Garda Revolusi Iran mengklaim telah melancarkan serangan rudal. Sasaran mereka? Dua titik penting: kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan markas komandan angkatan udara negara itu.
“Kantor perdana menteri kriminal rezim Zionis dan markas komandan angkatan udara rezim tersebut menjadi sasaran,”
Begitu bunyi pernyataan resmi mereka yang dikutip oleh kantor berita Fars, Senin lalu. Pernyataan itu kemudian disebarkan oleh AFP. Menurut mereka, serangan ini menggunakan rudal balistik bernama Kheibar.
Namun begitu, sejauh ini belum ada konfirmasi jelas soal dampak serangan tersebut. Apakah benar-benar mengenai sasaran atau tidak, masih gelap.
Rudal Kheibar sendiri bukan barang baru. Pertama kali diluncurkan tahun 2022, senjata ini langsung mencuri perhatian. Jangkauannya yang jauh sekitar 1.450 kilometer dan tingkat akurasinya membuat banyak ahli dan pejabat keamanan di Eropa dan Israel waswas. Mereka memantau betul kemajuan teknologi militer Teheran.
Laporan dari New York Times menyebutkan, Kheibar punya keunggulan lain. Rudal berbahan bakar padat ini dilengkapi sistem panduan canggih. Yang lebih mengkhawatirkan, hulu ledaknya diklaim mampu bermanuver di udara. Kemampuan itu membuatnya berpotensi mengelak dari sistem pertahanan udara konvensional. Jadi, kalau ditembakkan dari wilayah Iran, target di Israel jelas dalam jangkauannya.
Serangan ini, klaim dari satu sisi, masih menyisakan banyak tanda tanya. Dampak riilnya di lapangan masih ditunggu.
Artikel Terkait
Ketua DPD RI Soroti Dominasi AI, Tegaskan Hati Nurani Tak Tergantikan
Iran Buka Selat Hormuz Sepenuhnya, Terkait Gencatan Senjata Lebanon
Pemerintah Luncurkan Dana Bantuan IndonesiaRaya untuk Program Budaya Berkelanjutan
Wartawan Senior Indonesia Resmi Bentuk Wadah Khusus untuk Usia 60 Tahun ke Atas