Iran akhirnya mengakui. Salah satu situs nuklirnya, tepatnya di Natanz, menjadi target serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Minggu lalu. Sejauh ini, belum ada rincian resmi soal tingkat kerusakan atau apakah ada ancaman bahaya bagi warga sekitar.
Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Iran untuk badan pengawas nuklir PBB, Reza Najafi. Dalam pertemuan dewan gubernur IAEA yang dihadiri 35 negara, Najafi menyampaikan protes keras.
"Mereka kembali menyerang fasilitas nuklir Iran yang damai dan dilindungi kemarin,"
ujarnya kepada para wartawan yang meliput forum tersebut, seperti dilaporkan Reuters dan Al Jazeera, Senin.
Artikel Terkait
Kapolri Sorot Dampak Ekonomi dari Operasi Ketupat 2026
Metro TV Siarkan Program Ramadan dan Berita 24 Jam pada Selasa, 3 Maret 2026
Wakil Ketua MPR Peringatkan Ketegangan Selat Hormuz Ancam Stabilitas Harga Minyak Indonesia
Golkar Desak PBB Ambil Langkah Konkret Hentikan Perang di Timur Tengah