Sebuah tebing di Kampung Condong, Arjasari, Kabupaten Bandung, runtuh pada Jumat (5/12). Runtuhan tanah puluhan meter itu menimbun sejumlah rumah di bawahnya. Tiga warga dilaporkan hilang hingga kini.
Menurut Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, tim gabungan langsung diterjunkan begitu laporan bencana masuk. Evakuasi dan pendistribusian logistik jadi prioritas utama saat ini.
"Kami ditugaskan Pak Gubernur untuk bergerak cepat membantu proses evakuasi dan distribusi logistik," ucap Herman.
Namun begitu, ia menegaskan bahwa musibah ini bukan semata-mata ulah cuaca. Ada faktor lain yang jauh lebih krusial.
"Hasil asesmen kami, bencana longsor kemungkinan besar disebabkan alih fungsi lahan, dari hutan menjadi kebun palawija, yang kemudian dipicu curah hujan yang sangat tinggi," jelasnya.
Wilayah perbukitan Arjasari sebenarnya sudah dikenal rawan. Konturnya curam, tanahnya mudah bergerak. Dulu, akar-akar pohon di hutan berfungsi sebagai penahan alami. Kini, setelah beralih jadi kebun palawija, struktur itu hilang. Tanah pun kehilangan ikatannya.
Jadi, ketika hujan deras mengguyur dalam beberapa hari terakhir, pemicu terakhir itu datang. Tebing yang sudah rapuh akhirnya ambruk.
Pencarian ketiga korban yang masih hilang terus digenjot. Di sisi lain, bantuan untuk warga yang terdampak juga mengalir. Situasinya masih tegang, tapi upaya pertolongan tak berhenti.
Artikel Terkait
Polisi Naikkan Status Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur ke Penyidikan
Polri-TNI Siagakan 24.980 Personel Gabungan Amankan May Day 2026 di Jakarta
Menko PMK: Negara Harus Hadir Cepat Tangani Kekerasan di Daycare, Little Arissa Ditutup
KJRI Kuching Pulangkan Dua PMI dengan Hak Gaji Total Rp170 Juta Usai Mediasi