Kabut tebal masih menyelimuti tepian Sungai Ucayali ketika bencana datang. Saat fajar menyingsing, tanah di tepian sungai tiba-tiba ambles dan menenggelamkan dua kapal yang tengah berlabuh. Akibatnya, setidaknya 12 orang meninggal dunia tiga di antaranya adalah anak-anak. Puluhan lainnya masih dinyatakan hilang, dan situasinya benar-benar kacau.
Menurut laporan polisi yang dirilis kantor berita Andina, tragedi ini terjadi di pelabuhan Iparia, yang terletak di kawasan hutan Amazon Ucayali, Peru. Berapa persisnya jumlah penumpang di dalam kedua kapal itu? Itu masih belum bisa dipastikan. Yang jelas, keluarga-keluarga korban sudah berkerumun di lokasi, bekerja sama dengan petugas untuk mencocokkan data dan mencari tahu siapa saja yang belum ditemukan.
Kapten Angkatan Laut Jonathan Novoa memberikan konfirmasi yang suram. Sembilan jenazah telah berhasil diangkat. Namun, di sisi lain, ada 25 orang yang terluka dan sekitar empat puluh orang lainnya dinyatakan hilang. Angka itu bisa saja berubah.
Upaya penyelamatan nyaris mustahil dilakukan dengan cepat. Novoa mengeluhkan kondisi sungai yang sangat berbahaya. Arusnya deras, ditambah pusaran air di beberapa titik, benar-benar menghambat operasi.
Artikel Terkait
Bupati Pekalongan Bantah Di-OTT KPK, Klaim Sedang Bertemu Gubernur Jateng
Bupati Pekalongan Jadi Tersangka KPK, Beralasan Tak Paham Aturan karena Latar Belakang Dangdut
Polda Banten Imbau Pemudik Motor Matikan Mesin Saat Antre Kapal Cegah Keracunan CO
Konflik Israel-Iran Meluas, Korban Jiwa Capai Ratusan dan Pasar Global Guncang