Pada suatu Sabtu yang cerah, tepatnya tanggal 22 November lalu, suasana di Kampung Aji Mesir, Kabupaten Tulang Bawang, tampak berbeda. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal atau yang akrab disapa Mirza, hadir di tengah-tengah kelompok tani. Ia datang untuk meninjau secara langsung proses pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).
Bukan sekadar seremonial belaka. Dengan penuh perhatian, ia menyaksikan setiap tahapannya dan berdiskusi hangat dengan para petani dari Kelompok Tani Karya Mandiri. Kunjungan ini, kata Mirza, adalah bukti nyata keseriusan Pemerintah Provinsi Lampung untuk membangun daerah dari akar rumput.
"Kita semua ingin desa maju, petani makmur, rakyat sejahtera,"
ujarnya dalam sebuah keterangan tertulis yang diterbitkan pada Senin berikutnya.
Ia lantas menekankan satu hal yang menurutnya krusial: kemandirian. Petani didorong untuk bisa memproduksi pakan ayam sendiri dan terus menggenjot produktivitas hasil bumi mereka.
"Kalau pakannya murah, efeknya akan terasa sampai ke mana-mana. Kesehatan anak-anak kita jadi lebih terjamin, kesejahteraan pun ikut naik. Dengan begitu, kita bisa sukseskan program pemerintah, baik pusat maupun daerah. Intinya, kita ingin Indonesia maju, dan itu harus dimulai dari desa yang maju dulu,"
tambah Mirza meyakinkan.
Tak cuma omong doang, Gubernur pun turun langsung ke sawah. Di sela kunjungannya, ia mencoba memegang alat semprot dan mempraktekkan penggunaan POC pada tanaman padi, didampingi oleh para petani.
Lalu, apa sih sebenarnya POC ini? Singkatnya, Pupuk Organik Cair adalah produk andalan yang sedang dikembangkan di Lampung. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya seringkali melambung. Yang menarik, pupuk ini bisa dibuat sendiri oleh masyarakat, baik perorangan maupun berkelompok, dengan bahan-bahan yang relatif mudah didapat. Pada akhirnya, semua berujung pada satu harapan: hasil panen yang lebih melimpah untuk kesejahteraan bersama.
Artikel Terkait
Kakorlantas Resmikan Gedung RTMC Jambi, Tekankan Pelayanan dan Persiapan Operasi Ketupat
Polandia Tangkap Warga Belarus Diduga Mata-Mata untuk Tiga Negara
Tottenham Tersungkur 1-4 dari Arsenal, Pelatih Akui Jarak Kualitas Kedua Tim
Pria Mabuk Jamu Intisari di Tambora Jadi Korban Perampasan Mobil