Lapangan SDN Kalibaru 01 Dicat Biru untuk Hapus Trauma Siswa Korban Tabrakan

- Kamis, 08 Januari 2026 | 13:48 WIB
Lapangan SDN Kalibaru 01 Dicat Biru untuk Hapus Trauma Siswa Korban Tabrakan

Kunjungan ke SDN Kalibaru 01 Cilincing Kamis lalu terasa berbeda. Dadan Hindayana dari BGN dan Rachmat Pambudy dari Bappenas hadir bukan untuk rapat biasa. Mereka datang dengan satu misi utama: mengecek langsung kondisi para siswa dan guru yang jadi korban tabrakan mobil SPPG beberapa waktu lalu.

Menurut Dadan, dari 22 korban, 20 di antaranya sudah kembali beraktivitas normal. Termasuk salah seorang guru, Maryono, yang semestinya masih cuti.

"Bapak gurunya seharusnya masih istirahat. Tapi setelah dua minggu di rumah, dia bosan. Lebih senang ada di tengah-tengah siswa. Motivasi beliau luar biasa," ujar Dadan di halaman sekolah.

Namun begitu, situasi belum sepenuhnya pulih. Masih ada dua orang yang harus menjalani perawatan intensif dan belum bisa bersekolah. Penanganan trauma, kata Dadan, juga masih terus berjalan.

Upaya menghapus kenangan buruk itu bahkan terlihat dari fisik sekolah. Lapangan yang dulu bukan biru, sekarang dicat warna biru terang. "Ini salah satu cara menghilangkan trauma," jelasnya.

Tim pendampingan, terutama dari kepolisian, masih aktif mendampingi anak-anak yang terdampak. "Kita dampingi terus. Supaya mereka bisa kembali normal dan melupakan kejadiannya. Memang butuh waktu, tapi tadi saya lihat, mereka sudah tampak ceria lagi. Alhamdulillah, meski sempat cedera, sekarang sudah beraktivitas," tambah Dadan.

Selama kunjungan, Dadan tak cuma berbincang. Dia juga berinteraksi langsung dengan para siswa. Ada pembagian MBG dan berbagai bingkisan yang disambut riang.

Uniknya, ada juga pemberian hadiah khusus bagi siswa yang doyan sayur. Dadan mengaku prihatin masih banyak anak yang kurang suka makan sayuran. Hadiah kecil itu diharapkannya bisa memotivasi yang lain.

"Kita kasih "reward" saja. Biar yang lain ikut termotivasi. Makanan yang kita berikan, termasuk serat, harus betul-betul dikonsumsi anak-anak," ucapnya.

Dia menegaskan, target tahun 2026 bukan cuma intervensi fisik. "Kita harus masuk ke pendampingan edukasi. Mengajarkan cara memilih makanan sehat, itu fokus kita ke depan," pungkas Dadan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar