Kunjungan ke SDN Kalibaru 01 Cilincing Kamis lalu terasa berbeda. Dadan Hindayana dari BGN dan Rachmat Pambudy dari Bappenas hadir bukan untuk rapat biasa. Mereka datang dengan satu misi utama: mengecek langsung kondisi para siswa dan guru yang jadi korban tabrakan mobil SPPG beberapa waktu lalu.
Menurut Dadan, dari 22 korban, 20 di antaranya sudah kembali beraktivitas normal. Termasuk salah seorang guru, Maryono, yang semestinya masih cuti.
"Bapak gurunya seharusnya masih istirahat. Tapi setelah dua minggu di rumah, dia bosan. Lebih senang ada di tengah-tengah siswa. Motivasi beliau luar biasa," ujar Dadan di halaman sekolah.
Namun begitu, situasi belum sepenuhnya pulih. Masih ada dua orang yang harus menjalani perawatan intensif dan belum bisa bersekolah. Penanganan trauma, kata Dadan, juga masih terus berjalan.
Upaya menghapus kenangan buruk itu bahkan terlihat dari fisik sekolah. Lapangan yang dulu bukan biru, sekarang dicat warna biru terang. "Ini salah satu cara menghilangkan trauma," jelasnya.
Artikel Terkait
Malam Magrib di Sumber: Eggi Sudjana Menyerah di Bawah Bukti 723 Dokumen
Keluarga Arya Daru Tolak Vonis Bunuh Diri, Soroti Bukti yang Hilang dan Hotel Misterius
Wamensos Agus Jabo Serukan Persatuan di Haul Diponegoro, Ingatkan Jati Diri Bangsa
Longsor Tutup Jalur Favorit Pendaki Gunung Papandayan