Suara kekhawatiran datang dari Beirut. Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raggi, tak menyembunyikan kegelisahannya. Di tengah memanasnya lagi ketegangan antara Israel dan Iran, ia khawatir negerinya bakal kena getahnya. Infrastruktur vital Lebanon, menurutnya, bisa jadi sasaran jika situasi benar-benar meledak.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Militer Lebanon sendiri baru saja melaporkan insiden di perbatasan selatan. Mereka menuduh pasukan Israel menembak di dekat sebuah posisi yang sedang dibangun. Tak terima, militer Lebanon pun langsung membalas tembakan itu. Situasi di garis depan memang terasa makin panas.
Raggi menyampaikan analisisnya yang suram kepada para wartawan di Jenewa.
Komentar sang menteri ini muncul di saat yang genting. Pasalnya, Amerika Serikat tengah melakukan peningkatan besar-besaran kekuatan militernya di Timur Tengah. Gerak-gerik Washington ini seolah sinyal bahwa mereka siap untuk melancarkan kampanye yang mungkin berlangsung lama terhadap Iran.
Di sisi lain, Tehran sama sekali tidak gentar. Iran sudah bersumpah, tepatnya hari Senin lalu, untuk membalas dengan ganas setiap serangan dari AS. Mereka kembali mengulangi peringatan soal konflik regional yang lebih luas, menanggapi ancaman terbaru dari Presiden Donald Trump.
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem dan Hujan Es Landa Bekasi, Sejumlah Pohon Tumbang Tutupi Jalan
Polisi Buru Preman Pelaku Pemalakan Rp100 Ribu kepada Sopir Bajaj di Tanah Abang
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Nasib Gencatan Senjata Dipertanyakan
Ayah Tunanetra di Boyolali Hidupi Anak dari Jualan Cilok, Anak Kedua Dapat Sekolah Gratis