Netanyahu Gempur Lebanon, Gencatan Senjata Gaza Di Ujung Tanduk

- Senin, 24 November 2025 | 08:15 WIB
Netanyahu Gempur Lebanon, Gencatan Senjata Gaza Di Ujung Tanduk

Benjamin Netanyahu tak main-main. Perdana Menteri Israel itu dengan tegas menyatakan negaranya akan melakukan segala cara untuk menghentikan ancaman Hizbullah dan Hamas. Sumpahnya jelas: serangan terhadap kedua kelompok itu akan terus berlanjut.

Laporan dari AFP, Senin (24/11/2025), mengonfirmasi bahwa dalam sepekan terakhir, serangkaian serangan Israel mengguncang Lebanon. Targetnya, menurut klaim Israel, adalah sejumlah lokasi militer Hizbullah.

Namun begitu, situasi di lapangan jauh dari kata damai. Di Gaza, kabar duka datang dari badan pertahanan sipil setempat. Mereka melaporkan 21 orang tewas dan puluhan lainnya cedera akibat serangan udara Israel pada Sabtu (22/11).

Di tengah situasi yang memanas, Hamas dan Israel kembali saling tuduh. Kedua belah pihak menuding satu sama lain telah melanggar gencatan senjata yang sebenarnya sudah rapuh. Kesepakatan itu sendiri baru berlaku sejak 10 Oktober.

“Kami terus menyerang terorisme di beberapa perbatasan,” ujar Netanyahu saat membuka rapat kabinet, dengan nada yang tak meninggalkan ruang untuk tawar-menawar.

Dia lantas merinci aksi militer yang dilakukan akhir pekan itu. Serangan terhadap Hizbullah di Lebanon benar-benar terjadi, persis seperti yang dia sampaikan. Netanyahu juga tak lupa menegaskan bahwa Hamas, di matanya, telah melanggar kesepakatan.

“Akhir pekan ini, IDF menyerang Lebanon, dan kami akan terus melakukan segala yang diperlukan untuk mencegah Hizbullah membangun kembali kemampuan ancamannya terhadap kami,” tegasnya.

“Ini juga yang kami lakukan di Jalur Gaza. Sejak gencatan senjata, Hamas terus melanggarnya, dan kami bertindak sesuai dengan itu,” imbuhnya, memperkuat posisinya.

Menurut klaimnya, Hamas bahkan telah mencoba beberapa kali menyusup melewati garis yang telah ditetapkan. Tujuannya, kata Netanyahu, adalah untuk melukai tentara Israel.

“Kami telah menggagalkan ini dengan kekuatan besar dan juga membalas serta menuntut harga yang sangat mahal. Itu termasuk banyak teroris yang kami basmi,” tambahnya, menutup pernyataannya dengan nada penuh keyakinan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar