Benjamin Netanyahu tak main-main. Perdana Menteri Israel itu dengan tegas menyatakan negaranya akan melakukan segala cara untuk menghentikan ancaman Hizbullah dan Hamas. Sumpahnya jelas: serangan terhadap kedua kelompok itu akan terus berlanjut.
Laporan dari AFP, Senin (24/11/2025), mengonfirmasi bahwa dalam sepekan terakhir, serangkaian serangan Israel mengguncang Lebanon. Targetnya, menurut klaim Israel, adalah sejumlah lokasi militer Hizbullah.
Namun begitu, situasi di lapangan jauh dari kata damai. Di Gaza, kabar duka datang dari badan pertahanan sipil setempat. Mereka melaporkan 21 orang tewas dan puluhan lainnya cedera akibat serangan udara Israel pada Sabtu (22/11).
Di tengah situasi yang memanas, Hamas dan Israel kembali saling tuduh. Kedua belah pihak menuding satu sama lain telah melanggar gencatan senjata yang sebenarnya sudah rapuh. Kesepakatan itu sendiri baru berlaku sejak 10 Oktober.
“Kami terus menyerang terorisme di beberapa perbatasan,” ujar Netanyahu saat membuka rapat kabinet, dengan nada yang tak meninggalkan ruang untuk tawar-menawar.
Artikel Terkait
Ribuan Warga Padati Kemayoran, Gubernur Soroti Peran Keluarga dalam Perayaan Natal Bersama
Hanif Dhakiri Desak Pengawasan Proaktif untuk Jaga Data Nasabah
Gempa Lembut Menggoyang Pangandaran Dini Hari Tadi
Sheinbaum Siap Hadapi Trump, Tolak Ancaman Serangan Darat ke Meksiko