GKR Timoer Rumbai Terharu Keraton Yogyakarta Hentikan Gamelan 5 Hari, Hormati Pakubuwono XIII

- Selasa, 04 November 2025 | 15:42 WIB
GKR Timoer Rumbai Terharu Keraton Yogyakarta Hentikan Gamelan 5 Hari, Hormati Pakubuwono XIII

GKR Timoer Rumbai Terharu Atas Penghormatan Keraton Yogyakarta untuk Pakubuwono XIII

GKR Timoer Rumbai, Putri sulung Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sri Susuhan Pakubuwono XIII, menyampaikan rasa terharunya atas sikap Keraton Yogyakarta yang menghentikan bunyi gamelan selama lima hari. Tindakan ini merupakan bentuk penghormatan mendalam terhadap wafatnya Pakubuwono XIII pada Minggu (2/11).

Ucapan terharu ini disampaikan langsung oleh Gusti Timoer usai kunjungan takziah Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama keluarga besar Keraton Yogyakarta pada Selasa (4/11) siang.

"Beliau (Sultan HB X) sangat ikut prihatin dengan tidak membunyikan gamelan selama lima hari," ujar GKR Timoer. "Itu saya sangat-sangat terharu dan sangat-sangat tersentuh," tambahnya.

Harapan Mempererat Hubungan Antar Keraton

Sebagai perwakilan keluarga besar Kasunanan Surakarta, ia menyampaikan terima kasih mendalam kepada Sultan HB X dan seluruh keluarga Kasultanan Yogyakarta. GKR Timoer berharap hubungan antara kedua keraton dapat semakin membaik di masa depan.

"Semoga hubungan Keraton Surakarta dan Yogyakarta semakin bisa baik, karena kita apapun kita masih punya sedarah dengan Yogyakarta," ungkapnya. Kedua kerajaan ini memang memiliki akar sejarah yang sama, berasal dari trah Mataram Islam.

Dukungan Keraton Yogyakarta untuk Prosesi Pemakaman

Pakubowono XIII yang wafat pada Minggu (2/11) akan dimakamkan di Astana Pajimatan Imogiri, Bantul. Menurut GKR Timoer, Keraton Yogyakarta akan turut memberikan dukungan dalam prosesi pemakaman tersebut.

"Jadi yang setelah nanti di Prambanan itu sudah apa namanya, disambut sama pengawalan dari Keraton Jogja, dan itu Sultan sudah apa namanya memerintah untuk disambut," jelas GKR Timoer mengenai rencana pengawalan dari Keraton Yogyakarta.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar