Gubernur DKI Soroti Masalah Tap-in Transjakarta: Saldo Terpotong Ganda
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan keluhan terkait mesin tap-in dan tap-out Transjakarta yang sering bermasalah. Masalah ini menyebabkan saldo kartu pengguna terpotong dua kali padahal seharusnya hanya sekali.
Menurut mekanisme normal, pemotongan saldo seharusnya hanya terjadi saat tap-out dengan tarif berbeda: Rp 2.000 pada jam 05.00-07.00 WIB dan Rp 3.500 untuk jam berikutnya.
"Saya sendiri juga mengalami masalah yang sama. Sistem tap-in seringkali tidak berfungsi dengan optimal," tutur Pramono Anung di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (30/10).
Transjakarta Diminta Evaluasi Sistem Pembayaran
Gubernur telah meminta jajaran Transjakarta untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembayaran. Tujuannya agar masalah serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Saya sudah meminta Transjakarta untuk melakukan perbaikan sistem agar kejadian ini tidak berulang," tegas Pramono.
Visi Sistem Transportasi Modern Setara Kota Besar Dunia
Pemprov DKI berharap sistem pembayaran transportasi di Jakarta dapat berkembang lebih modern dan praktis, setara dengan kota-kota metropolitan dunia.
"Tidak hanya Transjakarta, termasuk MRT dan semua sistem transportasi yang terkoneksi di Jakarta perlu ditingkatkan. Saya berharap seperti di kota besar dunia, sambil berlari pun sudah bisa melakukan tap," harap Gubernur.
Permasalahan ini menjadi perhatian serius mengingat dampaknya terhadap kenyamanan pengguna transportasi umum di Ibu Kota.
Artikel Terkait
Menkeu Belum Nonaktifkan Dirjen Bea Cukai Meski Namanya Muncul di Dakwaan Suap Blueray Cargo
Sidang Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Militer Hadirkan Tiga Saksi Ahli
Kemenag Cabut Izin Permanen Ponpes di Pati Usai Pendiri Cabuli Santriwati
Kemenag Susun Regulasi Baru untuk Cegah Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren