Eka Putra juga menjelaskan dalam aksinya tidak ada kasus kekerasan atau penganiayaan.
Ia menegaskan tak akan mengulangi tindakannya tersebut.
"Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada yang video saya yang viral.
Ini bukan untuk kekerasan atau penganiayaan, ini sudah sehari-hari memang gurauan kami memang seperti itu.
"Tidak ada kekerasan penganiayaan, tidak ada. Jadi saya mohon maaf pada teman-teman saya yang kena tendang yang lagi manggul," katanya.
Satu di antara kuli panggul yang ditendang Eka Putra, Indra juga dihadirkan.
Indra pun senada dengan Eka Putra.
Ia mengaku kegiatan tersebut sudah menjadi gurauan sehari-hari mereka di gudang.
"Tidak, itu memang sehari-hari begitu, di gudang," terang Indra.
Oleh sebab itu, mereka tidak melapor ke pihak kepolisian, karena menganggap itu hanya bercandaan.
Dia juga menyebut orang yang memvideokan dan memviralkan salah paham.
"Yang memvideokan itu salah paham aja," kata Indra yang mengaku telah bekerja satu tahun di sana.
"Itu ngangkut dari gudang ke kandang, (yang diangkat) pakan ayam," tambahnya.
Selain Indra, pekerja lain bernama Ismail juga mengakui hal yang sama.
Sementara pihak Resmob Polda Jambi menilai, kasus pekerja yang ditendang mandor tersebut tak masuk dalam unsur pidana.
"Setelah kami lakukan klarifikasi, mereka di sana hanya bercandaan saja, tidak ada hukum pidana atau kekerasan," terang pihak Resmob Polda Jambi.
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes
Analis MNC Sekuritas: IHSG Masih Rentan Koreksi Meski Ditutup Menguat
Pelatih PSM Akui Laga Kontra PSIM di Yogyakarta Akan Berat dan Sulit