Di kawasan Pantai Seruni yang tenang, Bantaeng, Sulawesi Selatan, sebuah aksi bejat akhirnya terbongkar. Seorang guru berinisial SU (26) menemukan kamera tersembunyi di dalam toilet wanita. Peristiwa ini terjadi Selasa lalu, tepatnya tanggal 7 April 2026, sekitar tengah hari.
Rasa curiga SU muncul saat berada di dalam toilet. Matanya menangkap sebuah benda kecil yang tak biasa. Setelah diamati lebih dekat, ternyata itu adalah sebuah kamera mini. Posisinya mengarah langsung ke kloset.
Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Gunawang Amin, memaparkan kronologinya.
"Jadi peristiwa itu bermula saat korban singgah untuk melaksanakan salat di salah satu masjid di Jalan Seruni. Usai beribadah, korban masuk ke toilet wanita," jelasnya, Senin (13/4/2026).
Dengan hati berdebar, SU mengambil kamera itu dan memeriksa kartu memorinya. Isinya membuatnya merinding: ada sejumlah rekaman yang memperlihatkan aktivitas beberapa perempuan di ruang privat tersebut. Dia merasa privasinya dilanggar, bahkan menjadi korban kekerasan seksual. Laporan pun segera dibuat ke Polres Bantaeng.
Menanggapi laporan itu, Tim Resmob langsung bergerak. Penyidikan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa CCTV, dan menelusuri barang bukti. Usaha mereka tak sia-sia. Polisi berhasil mengidentifikasi pelakunya, seorang petani rumput laut berinisial NA alias UD (35), warga Kecamatan Bissappu.
Dalam pemeriksaan, pengakuan pelaku ternyata lebih mengerikan. Rupanya, ini bukan kelalaian, tapi sebuah rencana.
"Pelaku mengakui memasang kamera di dalam toilet wanita dengan cara disamarkan menggunakan kain dan dilakukan pada malam hari agar tidak diketahui," ujar AKP Gunawang.
Kamera sengaja dipasang di sudut ruangan dan diarahkan ke kloset agar tak mudah terlihat. Motifnya? Sangat sederhana sekaligus mengganggu: "Untuk kepuasan pribadi atau birahi," tegasnya.
Barang bukti berhasil diamankan, yaitu satu unit kamera CCTV mini berwarna putih beserta kartu memorinya. NA alias UD kini telah diamankan dan diserahkan ke penyidik untuk proses hukum lebih lanjut.
Namun begitu, kasus ini mungkin belum sepenuhnya berakhir. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.
"Kami masih terus melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah ada korban lain dalam kasus ini," pungkas Kasat Reskrim.
Aksi yang direncanakan di malam hari itu akhirnya berhasil diungkap di terik siang. Membongkar niat jahat yang mengintai di balik kesunyian sebuah toilet umum.
Artikel Terkait
Polisi Kukar Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu, Selamatkan 15.000 Orang dari Jerat Narkoba
Pertamina Tegaskan Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Sebut Informasi Biaya adalah Hoaks
Pemerintah Buka Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Berstatus Pegawai BUMN
Pemprov Sulsel Godok Mutasi 314 Guru untuk Atasi Ketimpangan Distribusi