Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa keselamatan jamaah haji adalah hal yang paling utama. Terutama di tengah situasi Timur Tengah yang memanas. Arahan ini, kata dia, datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Presiden meminta kami untuk menjadikan keselamatan dan keamanan jamaah sebagai prioritas utama," ujar Irfan, Rabu (15/4/2026), di Kantor Staf Presiden.
Menurutnya, perhatian terhadap aspek keamanan ini sudah disampaikan sejak bulan Ramadan lalu. Cakupannya luas, mulai dari saat jamaah berangkat dari Indonesia, selama di Tanah Suci, hingga nanti kembali pulang.
Di sisi lain, jadwal perjalanan haji tahun ini sudah ditetapkan. Kloter pertama akan berangkat pada 22 April mendatang. Sementara puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah, diperkirakan jatuh pada 25 hingga 26 Mei 2026.
"Operasional pemulangan haji dimulai 1 Juni," tambah Irfan. "Insyaallah, semuanya akan berakhir pada 1 Juli nanti."
Untuk menunjang semua itu, pemerintah menyiapkan 16 embarkasi. Ada dua tambahan baru: Cipondoh di Tangerang dan Yogyakarta. Nah, yang di Yogyakarta ini agak berbeda.
"Kita tidak menggunakan asrama haji, tapi memanfaatkan hotel yang ada di dekat bandara," jelasnya. Sesuai dengan julukannya, Jogja Istimewa, penyelenggaraannya pun dibuat sedikit istimewa.
Jadi, di balik segala persiapan logistik dan teknis, pesan utamanya tetap satu: keamanan jamaah adalah yang nomor satu. Terlebih dengan kondisi geopolitik regional yang belum sepenuhnya stabil.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Harga Kedelai Masih Sesuai Acuan, Ancaman Sanksi untuk Importir Bandel
Menteri Haji Ingatkan Risiko Diblacklist bagi Calon Jemaah Tanpa Visa Resmi
Polisi Ungkap Peredaran 43 Cartridge Etomidate di Pekanbaru, Satu Pelaku Ditangkap
Bapanas Ancam Cabut Izin Distributor dan Importir Kedelai yang Langgar Harga Acuan