Suara ledakan mengguncang Doha, ibu kota Qatar, pada Senin (9/3/2026). Dentum-dentum itu memecah kesunyian, datang tak lama setelah Iran mengumumkan akan melanjutkan serangan balasannya di kawasan Teluk.
Menurut laporan langsung dari wartawan AFP di lokasi, beberapa kali ledakan terdengar jelas. Al Jazeera juga mengonfirmasi kejadian ini. Peristiwa itu terjadi pada siang hari waktu setempat, mengirimkan gelombang kecemasan di antara warga.
Sejatinya, Doha bukanlah target baru. Kota ini sudah beberapa kali menjadi sasaran drone dan rudal dalam beberapa pekan terakhir. Semuanya bagian dari kampanye pembalasan besar-besaran yang dilancarkan Tehran.
Iran sendiri tak melancarkan serangan tanpa sebab. Aksi mereka disebut-sebut sebagai respons atas serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap wilayahnya sebelumnya.
Menyikapi situasi yang semakin panas, pemerintah Qatar pun tak tinggal diam. Ancaman di wilayah mereka dinilai 'meningkat' drastis.
Kementerian Dalam Negeri Qatar secara resmi telah mengeluarkan peringatan darurat. Warga didesak untuk tidak keluar rumah dan tetap berlindung di dalam ruangan sampai situasi keamanan benar-benar kondusif. Imbauan itu tersebar cepat, mengisi grup-grup percakapan warga.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Dua Pelaku Penjambretan Ponsel WNA Jerman di Jakarta Pusat
HKI: KEK di Pulau Jawa Jadi Instrumen Strategis Percepat Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang Tiga Pekan, Namun Serangan di Lapangan Tewaskan Lima Orang Termasuk Jurnalis
Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Sianida dari Filipina di Gorontalo Utara