Trump Klaim Presiden Xi Jinping Setop Pengiriman Senjata ke Iran

- Rabu, 15 April 2026 | 22:20 WIB
Trump Klaim Presiden Xi Jinping Setop Pengiriman Senjata ke Iran

Lewat unggahan di Truth Social, Donald Trump membuat klaim menarik. Mantan Presiden AS itu menyebut Xi Jinping, pemimpin China, telah sepakat untuk menghentikan pengiriman senjata ke Iran. Trump mengaku sudah dapat jaminan langsung soal ini.

"Mereka sudah setuju untuk tidak kirim senjata ke Iran. Presiden Xi akan kasih saya pelukan hangat begitu saya sampai di sana beberapa minggu lagi,"

tulisnya, merujuk pada pertemuan puncak yang diagendakan pertengahan Mei di Beijing, menurut laporan AFP, Rabu (15/4/2026).

Dalam percakapan di Fox Business, Trump lebih gamblag lagi. Xi, katanya, "pada dasarnya" sudah berjanji tidak akan mengirimkan persenjataan.

Dia mengaku sempat mendengar kabar bahwa China memang memasok senjata ke Iran. "Anda lihat itu di mana-mana," ujarnya. Lalu, Trump memutuskan untuk menulis surat permintaan langsung kepada Xi.

"Dan dia balas surat saya. Intinya, dia bilang tidak melakukan hal itu,"

imbuh Trump.

Latar belakangnya tentu rumit. Ketegangan AS dan China makin memanas belakangan ini, dipicu konflik di Timur Tengah. Pertemuan Trump-Xi sendiri sempat tertunda dari rencana awal Maret lalu, gara-gara keputusan Trump untuk melancarkan perang.

Di sisi lain, China sendiri punya keluhan. Mereka menuding blokade pelabuhan Iran di Selat Hormuz oleh AS sebagai tindakan "berbahaya dan tidak bertanggung jawab". Xi bahkan bersumpah China akan mainkan "peran konstruktif" untuk perdamaian di kawasan itu.

Trump punya klaim lain. Di Truth Social, dia menegaskan bahwa China justru "sangat senang" karena dia berhasil membuka Selat Hormuz secara permanen. "Saya lakukan itu untuk mereka juga - dan untuk dunia," tulisnya.

Pembicaraan dalam wawancara itu sempat menyentuh isu lain: serangan siber. Saat ditanya tentang kabar China yang diduga menyerang FBI secara besar-besaran, Trump tidak langsung mengiyakan. Tanggapannya lebih seperti pengakuan saling serang.

"Kami lakukan ke mereka. Mereka lakukan ke kami,"

katanya dengan nada biasa.

Lalu dia menambahkan, "China ya tetap China. Tidak pernah mudah, tapi kami cukup berhasil berurusan dengan mereka." Trump menutup dengan klaim khasnya: bahwa dirinya adalah orang paling keras dalam berurusan dengan China.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar