Ia melihat momentum suksesi kepemimpinan, setelah meninggalnya Taufan Pawe, bisa jadi titik balik. Kuncinya ada di ketua baru yang mampu menyatukan semua faksi yang ada.
Di internal partai, semangat untuk merebut kembali tahta memang masih menyala. Menjelang Musda XI yang diagendakan bulan April ini, sejumlah program sedang disiapkan. Armin Mustamin Toputiri, dari Steering Committee Golkar Sulsel, menyebut mereka sedang merancang “Catur Sukses”.
Roadmap itu berisi empat poin: Sukses Konsolidasi Organisasi, Sukses Pengaderan, Sukses Program Penggalangan, serta Sukses Pemenangan di Pileg, Pilkada, dan Pilpres.
Perubahan peta politik ini terlihat jelas jika kita bandingkan hasil pemilu sebelumnya. Pada 2019, Golkar masih di puncak dengan 13 kursi, mengungguli Nasdem yang dapat 12. Tapi lima tahun kemudian, situasi berbalik.
Di Pemilu 2024, Nasdem melesat jadi pemenang dengan 17 kursi. Golkar, meski bertambah satu kursi menjadi 14, harus puas di posisi runner-up. Gerindra mengikuti ketat di belakang dengan 13 kursi. Sementara partai-partai lain seperti PDIP dan PAN mengalami penurunan kursi yang signifikan.
Pertarungan untuk kembali ke puncak, tampaknya, tidak akan mudah. Tapi dalam politik, seperti kata pepatah, tidak ada yang abadi. Baik di puncak, maupun di lembah kekalahan.
Artikel Terkait
Gibran Desak Persidangan Kasus Penyegraman Andrie Yunus Berjalan Jujur dan Terbuka
KPK Periksa 10 Saksi Kasus Suap Bupati Rejang Lebong di Kantor BPKP Bengkulu
Prabowo Canangkan Pengembangan Avtur dari Sawit dan Jelantah
Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz