Isak tangis bahagia pecah di kediaman Asyifa Rahma Fiandra, di Desa Apar, Pariaman Utara. Suasana haru itu bukan cuma karena kabar gembira bahwa siswi SMA Negeri 1 Pariaman ini diterima di ITB lewat SNBP. Lebih dari itu, kejutan datang dari sosok yang tak disangka: Rektor ITB sendiri, Prof. Tatacipta Dirgantara, datang langsung ke rumahnya di Sumatera Barat.
Jumat lalu, rektor bersama beberapa guru besar menempuh perjalanan jauh khusus untuk menjemput Asyifa. Mereka ingin memberikan apresiasi secara langsung.
Namun, di balik sorak-sorai kebahagiaan ini, ada cerita pilu yang mendahuluinya. Tahun 2023 lalu, Asyifa harus kehilangan ibunya untuk selamanya. Sang ibu meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas, persis saat mengantarkan Asyifa berangkat sekolah. Peristiwa tragis itu tentu saja menghantam mentalnya.
Tapi dia berhasil bangkit. Asyifa menggenggam erat pesan terakhir sang ibu, yang sangat ingin melihatnya kuliah di kampus Ganesha itu. Semangat itulah yang mendorongnya terus maju.
Ujar Asyifa dengan suara lirih, matanya berkaca-kaca saat mengingat momen genting itu.
Artikel Terkait
Tokoh GP Ansor Kritik Tudingan Kebohongan Swasembada ke Prabowo
FC Barcelona Femenà Hajar Badalona 6-0, Pertegas Dominasi di Liga Spanyol
Napoli Kalahkan AC Milan 1-0 Berkat Gol Penentu Politano
Malaria dan Sikap Dingin Belanda Renggut Nyawa Ibu Mertua Soekarno di Pengasingan Ende