Menteri Keuangan Usung Rencana Ambil Alih PNM untuk Hemat Subsidi KUR Rp40 Triliun per Tahun

- Selasa, 07 April 2026 | 09:00 WIB
Menteri Keuangan Usung Rencana Ambil Alih PNM untuk Hemat Subsidi KUR Rp40 Triliun per Tahun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa punya rencana besar. Ia meyakini, pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi bisa menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun setiap tahunnya. Angka yang fantastis, bukan?

Selama ini, beban itu muncul dari subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp40 triliun per tahun. Menurut Purbaya, uang itu seperti "hilang" begitu saja. Nah, dengan membawa PNM ke bawah Kemenkeu dan mengubahnya menjadi Badan Layanan Umum (BLU) yang fokus menyalurkan KUR, skemanya bakal berubah total.

Dana subsidi yang sebelumnya habis terpakai, akan berubah menjadi dana bergulir yang produktif.

“Kalau KUR yang lewat bank-bank itu kan, saya bayar bunga sampai 18 persen. Uangnya hilang setiap tahun Rp40 triliun,” ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026).

“Analogi saya gini, yaudah, ini saya ambil ke tempat saya, saya jadikan bank, setiap tahun saya setor Rp40 triliun ke dia (PNM).”

“Jadi anggaran saya enggak bertambah, tapi dia meminjamkan sebagai dana bergulir, dengan bunga murah. Jadi Rp40 triliunnya enggak hilang,” sambungnya.

Bayangkan jika suntikan dana sebesar itu dilakukan terus-menerus. Purbaya memproyeksikan, dalam kurun empat atau lima tahun, PNM bisa punya kekuatan permodalan yang luar biasa: hingga Rp200 triliun. Modal sebesar itu tentu akan jadi game changer.

Rencananya, PNM akan membentuk bank sendiri. Opsinya, di bawah PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Dengan cara ini, Purbaya optimis efisiensi anggaran subsidi bunga KUR yang selama ini mengalir ke perbankan komersial benar-benar bisa terwujud.

“Saya sedang propose ke Danantara, PNM kasih ke saya (ke Kementerian Keuangan), nanti saya akan jadikan PNM itu penyalur KUR,” jelasnya.

Namun begitu, visinya tidak berhenti di situ. Ada tujuan jangka panjang yang lebih ambisius. Purbaya ingin menciptakan sebuah lembaga keuangan mikro yang tak sekadar memberi pinjaman. Ia membayangkan sebuah ekosistem lengkap dengan pendampingan menyeluruh bagi usaha kecil dan mikro.

“Itu sudah bank besar. Nanti setelah itu, kita akan ubah itu menjadi bank UMKM,” ungkapnya penuh semangat.

“Dan nanti saya bangun juga ekosistem yang mendukung pengembangan UMKM secara integrasi, ada penasihatnya, ada pelatihannya, ada pemasarannya, ada penjamin kreditnya, dan lain-lain.”

Prosesnya memang belum final. Negosiasi dengan Danantara masih terus berjalan. Tapi Purbaya mengaku sudah dapat lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto. Ia pun secara resmi meminta dukungan dari Komisi XI DPR RI untuk merealisasikan komitmen besarnya ini.

“Saya sudah lapor ke Presiden, dia bilang, kalau bagus jalankan saja. Tapi kita masih berunding dengan Danantara,” kata dia.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar