Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, mengaku sangat terkesan dengan keteguhan hati Asyifa. Prestasi akademiknya memang cemerlang nilai rapornya unggul dan dia pernah menyabet juara Olimpiade Kebumian tingkat provinsi. Sebagai bentuk dukungan nyata, rektor tak hanya memberi semangat, tapi juga menyerahkan sebuah laptop baru untuk bekal kuliahnya nanti.
kata Tatacipta.
Mistidawati, wali kelas Asyifa, mengenal betul karakter anak didiknya. Menurutnya, Asyifa adalah sosok yang tenang dan ulet. Di balik ketenangannya, tersimpan tekad baja.
tutur Mistidawati.
Memang, tahun ini SMA Negeri 1 Pariaman berhasil meloloskan 42 siswanya ke berbagai PTN. Tapi untuk ITB, hanya Asyifa satu-satunya yang berhasil menembus kampus bergengsi itu. Kisahnya membuktikan sesuatu: bahwa dari duka yang paling dalam, bisa lahir prestasi yang membanggakan.
Artikel Terkait
Tokoh GP Ansor Kritik Tudingan Kebohongan Swasembada ke Prabowo
FC Barcelona Femenà Hajar Badalona 6-0, Pertegas Dominasi di Liga Spanyol
Napoli Kalahkan AC Milan 1-0 Berkat Gol Penentu Politano
Malaria dan Sikap Dingin Belanda Renggut Nyawa Ibu Mertua Soekarno di Pengasingan Ende