AHY Tinjau Pemulihan Sekolah di Aceh Tamiang, Soroti Pentingnya Ruang Pulih Trauma

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 21:30 WIB
AHY Tinjau Pemulihan Sekolah di Aceh Tamiang, Soroti Pentingnya Ruang Pulih Trauma

Kabut tipis masih menyelimuti pagi di Karang Baru ketika rombongan Menteri Agus Harimurti Yudhoyono tiba di SMP Negeri 1. Kunjungan kerja di Aceh Tamiang ini bukan sekadar formalitas. Sehari sebelumnya, AHY baru saja meresmikan hunian sementara bagi korban bencana. Kini, giliran sektor pendidikan yang jadi perhatiannya.

“Jangan sampai anak-anak kita tertinggal hanya karena fasilitas pendidikan belum sepenuhnya pulih,” tegas AHY dalam keterangan tertulisnya.

“Memang sudah ada progres, tapi saya ingin pemulihannya didorong lebih cepat lagi.”

Pernyataannya itu disampaikan Sabtu lalu, dua hari setelah ia sendiri menyaksikan langsung kondisi sekolah yang porak-poranda. Bersama Menteri PU Dody Hanggodo dan Bupati Armia Fahmi, ia berkeliling melihat sisa-sisa amukan banjir dan lumpur yang sempat menggenangi kompleks sekolah hingga setinggi tiga meter. Tanahnya masih lembek, dan di beberapa sudut, endapan lumpur belum sepenuhnya hilang.

Di sisi lain, semangat belajar tak sepenuhnya padam. Sekolah yang menampung sekitar 710 siswa ini sudah beraktivitas lagi sejak awal Januari. Hanya saja, ruang kelasnya berpindah-pindah. Kelas VII menempati aula, kelas VIII pindah ke ruang UKS, sementara kelas IX harus belajar di musala. Beberapa ruang yang sudah dibersihkan dipakai sebagai ruang komunal.

Bagi AHY, pemulihan sekolah bukan cuma soal fisik. Ia menekankan, tempat ini punya peran ganda yang krusial. “Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar,” ujarnya. “Ini juga ruang pemulihan psikososial bagi anak-anak yang trauma.”

Karena itulah, menurutnya, fasilitas pendidikan harus jadi prioritas. Ia khawatir masa depan anak-anak Tamiang akan terhambat jika akses belajar terputus. Selain bangunan, pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan bergizi juga ia soroti. Program Makan Bergizi Gratis yang sudah berjalan ia nilai sebagai langkah tepat.

Lalu, bagaimana aksinya? Tindak lanjutnya cukup cepat. Jumat, sehari setelah peninjauan, alat berat sudah mulai dikerahkan ke lokasi. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat pembersihan dan perbaikan. “Ini bukti nyata kehadiran negara,” kata AHY tentang dukungan teknis tersebut.

Namun begitu, ia mengakui pekerjaan rumah masih banyak. “Ini baru satu contoh sekolah. Masih banyak sekolah lain, dari SD sampai SMA, yang juga terdampak.” Semua perlu ditangani serius, termasuk dari sisi anggaran. Komitmennya jelas: memulihkan Aceh Tamiang agar bisa bangkit, sesuai arahan Presiden Prabowo.

Kepala sekolah, Edy Wahyudi, mengonfirmasi bahwa pembelajaran memang sudah berjalan, meski bertahap. Situasinya masih serba terbatas.

Menutup kunjungan, AHY menyampaikan apresiasi yang mendalam. “Terima kasih kepada para guru yang begitu mulia,” pungkasnya. “Di tengah situasi tidak mudah, mereka tetap berupaya menjadi pelita.”

Pesan terakhirnya sederhana: ia meminta semua pihak menjaga fasilitas yang telah dipulihkan. Tujuannya satu, agar anak-anak Aceh Tamiang bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan penuh harapan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar