Kabut tipis masih menyelimuti pagi di Karang Baru ketika rombongan Menteri Agus Harimurti Yudhoyono tiba di SMP Negeri 1. Kunjungan kerja di Aceh Tamiang ini bukan sekadar formalitas. Sehari sebelumnya, AHY baru saja meresmikan hunian sementara bagi korban bencana. Kini, giliran sektor pendidikan yang jadi perhatiannya.
“Jangan sampai anak-anak kita tertinggal hanya karena fasilitas pendidikan belum sepenuhnya pulih,” tegas AHY dalam keterangan tertulisnya.
“Memang sudah ada progres, tapi saya ingin pemulihannya didorong lebih cepat lagi.”
Pernyataannya itu disampaikan Sabtu lalu, dua hari setelah ia sendiri menyaksikan langsung kondisi sekolah yang porak-poranda. Bersama Menteri PU Dody Hanggodo dan Bupati Armia Fahmi, ia berkeliling melihat sisa-sisa amukan banjir dan lumpur yang sempat menggenangi kompleks sekolah hingga setinggi tiga meter. Tanahnya masih lembek, dan di beberapa sudut, endapan lumpur belum sepenuhnya hilang.
Di sisi lain, semangat belajar tak sepenuhnya padam. Sekolah yang menampung sekitar 710 siswa ini sudah beraktivitas lagi sejak awal Januari. Hanya saja, ruang kelasnya berpindah-pindah. Kelas VII menempati aula, kelas VIII pindah ke ruang UKS, sementara kelas IX harus belajar di musala. Beberapa ruang yang sudah dibersihkan dipakai sebagai ruang komunal.
Bagi AHY, pemulihan sekolah bukan cuma soal fisik. Ia menekankan, tempat ini punya peran ganda yang krusial. “Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar,” ujarnya. “Ini juga ruang pemulihan psikososial bagi anak-anak yang trauma.”
Artikel Terkait
Begal Panjat Atap Rumah Usai Jambret Kalung di Tambora
Tito Karnavian Resmikan Huntara di Agam, Desak Daerah Percepat Data Korban
Trump Ancam Kanada dengan Tarif 100% Jika Berani Dekat ke China
Tol Jakarta-Merak Lumpuh, Genangan Ciujung Macetkan Lalu Lintas Hingga 10 Kilometer