Karena itulah, menurutnya, fasilitas pendidikan harus jadi prioritas. Ia khawatir masa depan anak-anak Tamiang akan terhambat jika akses belajar terputus. Selain bangunan, pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan bergizi juga ia soroti. Program Makan Bergizi Gratis yang sudah berjalan ia nilai sebagai langkah tepat.
Lalu, bagaimana aksinya? Tindak lanjutnya cukup cepat. Jumat, sehari setelah peninjauan, alat berat sudah mulai dikerahkan ke lokasi. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat pembersihan dan perbaikan. “Ini bukti nyata kehadiran negara,” kata AHY tentang dukungan teknis tersebut.
Namun begitu, ia mengakui pekerjaan rumah masih banyak. “Ini baru satu contoh sekolah. Masih banyak sekolah lain, dari SD sampai SMA, yang juga terdampak.” Semua perlu ditangani serius, termasuk dari sisi anggaran. Komitmennya jelas: memulihkan Aceh Tamiang agar bisa bangkit, sesuai arahan Presiden Prabowo.
Kepala sekolah, Edy Wahyudi, mengonfirmasi bahwa pembelajaran memang sudah berjalan, meski bertahap. Situasinya masih serba terbatas.
Menutup kunjungan, AHY menyampaikan apresiasi yang mendalam. “Terima kasih kepada para guru yang begitu mulia,” pungkasnya. “Di tengah situasi tidak mudah, mereka tetap berupaya menjadi pelita.”
Pesan terakhirnya sederhana: ia meminta semua pihak menjaga fasilitas yang telah dipulihkan. Tujuannya satu, agar anak-anak Aceh Tamiang bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan penuh harapan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang Pangkalan AS di Kuwait, Garda Nasional Tembak Jatuh Delapan Drone
Pemerintah Utamakan Keselamatan Jemaah Haji di Tengah Situasi Dinamis Timur Tengah
Rumah Kosong di Bogor Ambruk Usai Hujan Deras, Tak Ada Korban Jiwa
22 WNI Dievakuasi dari Wilayah Konflik, Pemerintah Janjikan Upaya Berlanjut