Iran Klaim Serang Pangkalan AS di Kuwait, Garda Nasional Tembak Jatuh Delapan Drone

- Rabu, 11 Maret 2026 | 14:15 WIB
Iran Klaim Serang Pangkalan AS di Kuwait, Garda Nasional Tembak Jatuh Delapan Drone

Ketegangan di Teluk Persia kembali memuncak. Garda Revolusi Iran, Rabu (11/3/2026), dengan terang-terangan mengklaim telah melancarkan serangan rudal ke sebuah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait. Sasaran mereka adalah pangkalan AS di Arifjan, yang letaknya tak jauh dari ibu kota Kuwait City.

Menurut pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang dikutip media Iran seperti Fars dan Mehr, setidaknya dua rudal diluncurkan dari unit rudal angkatan darat mereka.

"Pangkalan Amerika di Arifjan... dihantam oleh tembakan dua rudal oleh unit rudal Angkatan darat IRGC,"

Klaim ini, dilaporkan juga oleh AFP, sejauh ini belum mendapatkan konfirmasi atau tanggapan resmi dari pihak otoritas Kuwait. Suasana di sana masih diam, seolah menunggu.

Namun begitu, ada perkembangan lain yang menarik. Hampir berbarengan, Garda Nasional Kuwait mengeluarkan pernyataan terpisah. Mereka mengumumkan telah berhasil menembak jatuh delapan drone di wilayah udara mereka. Aksi ini, kata mereka seperti dilansir Al Jazeera, adalah bagian dari upaya menjaga lokasi-lokasi vital dan mengantisipasi segala bentuk ancaman. Tidak disebutkan dari mana drone-drone itu berasal.

Serangan yang diklaim Iran ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri. Ia adalah babak terbaru dari spiral konflik yang makin menjadi. Semuanya berawal dari serangan gabungan skala besar AS dan Israel terhadap Iran akhir Februari lalu. Sejak itu, Teheran berjanji membalas.

Dan mereka pun membuktikannya. Gelombang serangan balasan berupa rudal dan drone diluncurkan ke target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang diketahui menampung aset militer AS. Memang, sebagian besar serangan ini berhasil dihadang oleh sistem pertahanan udara yang canggih. Tapi beberapa ada yang lolos.

Kerusakan pun terjadi. Menurut laporan kantor berita Xinhua, dari sekian banyak lokasi, Kuwait disebut-sebut mengalami kerusakan paling parah. Detailnya masih simpang siur, tapi klaim dari Teheran hari ini seolah memberi penjelasan. Situasi masih panas, dan setiap pihak tampaknya sedang mengukur langkah selanjutnya.

Disarikan dari berbagai sumber berita internasional.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar