Ketegangan di Teluk Persia kembali memuncak. Garda Revolusi Iran, Rabu (11/3/2026), dengan terang-terangan mengklaim telah melancarkan serangan rudal ke sebuah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait. Sasaran mereka adalah pangkalan AS di Arifjan, yang letaknya tak jauh dari ibu kota Kuwait City.
Menurut pernyataan resmi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang dikutip media Iran seperti Fars dan Mehr, setidaknya dua rudal diluncurkan dari unit rudal angkatan darat mereka.
"Pangkalan Amerika di Arifjan... dihantam oleh tembakan dua rudal oleh unit rudal Angkatan darat IRGC,"
Klaim ini, dilaporkan juga oleh AFP, sejauh ini belum mendapatkan konfirmasi atau tanggapan resmi dari pihak otoritas Kuwait. Suasana di sana masih diam, seolah menunggu.
Namun begitu, ada perkembangan lain yang menarik. Hampir berbarengan, Garda Nasional Kuwait mengeluarkan pernyataan terpisah. Mereka mengumumkan telah berhasil menembak jatuh delapan drone di wilayah udara mereka. Aksi ini, kata mereka seperti dilansir Al Jazeera, adalah bagian dari upaya menjaga lokasi-lokasi vital dan mengantisipasi segala bentuk ancaman. Tidak disebutkan dari mana drone-drone itu berasal.
Artikel Terkait
Kapolres dan Wabup Rohil Pastikan Stok BBM dan Elpiji 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026
Tiga Anak Tewas Terbakar di Sorong, Diduga Dipicu Main Korek Api
Longsor Brebes Putus Jalan dan Robohkan Sekolah, Pemerintah Provinsi Turun Tangan
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Saat Mudik Lebaran 2026