Krisis Venezuela: Pengadilan Perintahkan Rodriguez Pimpin, Tapi Dia Tolak Akui Lowongnya Kursi Presiden

- Minggu, 04 Januari 2026 | 17:54 WIB
Krisis Venezuela: Pengadilan Perintahkan Rodriguez Pimpin, Tapi Dia Tolak Akui Lowongnya Kursi Presiden

Venezuela diguncang perkembangan dramatis. Mahkamah Agung negara itu baru saja memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk segera mengambil alih jabatan sebagai penjabat presiden. Perintah ini keluar tak lama setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolas Maduro dan membawanya ke New York.

Menurut sejumlah saksi, pengadilan meminta Rodriguez memimpin dengan "kepatuhan yang ketat" pada konstitusi dan hukum Venezuela. Tujuannya jelas: menjaga roda pemerintahan tetap berjalan dan pertahanan negara tetap kokoh.

Tania D’Amelio, ketua Dewan Konstitusi, memberikan penjelasan resmi.

"Keputusan ini diambil untuk menjamin keberlangsungan administrasi negara dan pertahanan nasional kita," ujarnya.

Intinya, pengadilan menilai Maduro sudah tidak mungkin lagi menjalankan tugasnya. Situasi ini tentu saja tidak muncul tiba-tiba.

Semuanya memanas sejak Sabtu lalu. Pemerintah Venezuela sebelumnya telah menuduh AS menyerang sejumlah instalasi sipil dan militer di berbagai negara bagian. Mereka pun langsung menyatakan darurat nasional. Tidak lama berselang, Presiden AS Donald Trump muncul dengan konfirmasi yang menggemparkan.

Dia menyebut serangan "berskala besar" itu memang terjadi. Lebih dari itu, Trump mengklaim bahwa Nicolas Maduro beserta istrinya telah "ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri."

Serangan ini puncak dari ketegangan berbulan-bulan. Washington sudah lama mendesak Maduro, bahkan menuduhnya terlibat dalam perdagangan narkoba internasional. Maduro sendiri selalu membantah keras tuduhan itu dan menyatakan diri terbuka untuk dialog. Namun, niat dialog itu kini seperti sirna diterpa aksi militer.

Di tengah kekacauan ini, posisi Delcy Rodriguez justru menarik. Meski diperintahkan pengadilan untuk memimpin, dia sendiri bersikukuh pada pendiriannya.

"Hanya ada satu presiden di Venezuela, dan namanya adalah Nicolas Maduro Moros," tegas Rodriguez pada hari Sabtu.

Pernyataannya itu langsung menohok klaim Donald Trump yang sebelumnya menyebut Rodriguez sebagai presiden baru Venezuela. Alih-alih menerima posisi baru, sikapnya justru menunjukkan dukungan penuh kepada Maduro dan sekaligus membantah mentah-mentah pernyataan dari Gedung Putih.

Jadi, situasinya benar-benar rumit. Di satu sisi, lembaga tertinggi negara memerintahkannya memimpin. Di sisi lain, dia sendiri menolak mengakui lowongnya kursi kepresidenan. Venezuela kini terbelah antara keputusan pengadilan dan kesetiaan politik, sementara dunia menyaksikan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar