Pemerintah Utamakan Keselamatan Jemaah Haji di Tengah Situasi Dinamis Timur Tengah

- Rabu, 11 Maret 2026 | 14:15 WIB
Pemerintah Utamakan Keselamatan Jemaah Haji di Tengah Situasi Dinamis Timur Tengah

Jakarta Keselamatan jemaah haji Indonesia adalah hal yang tak bisa ditawar. Itu pesan utama pemerintah di tengah situasi Timur Tengah yang terus berubah dan penuh ketidakpastian. Setiap keputusan yang diambil, kata mereka, harus berporos pada satu hal: keamanan warga negara.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa arahan langsung datang dari Presiden Prabowo Subianto. Intinya jelas dan tegas.

"Perintah Presiden sangat jelas, yaitu memantapkan keselamatan warga negara Indonesia yang akan berangkat haji. Itu prioritas utama, titik. Setiap kebijakan dan langkah yang kita ambil harus mengacu ke sana," tegas Dahnil di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, pemerintah tak henti-hentinya memantau perkembangan di kawasan Timur Tengah. Situasinya dinamis, bahkan bisa dibilang fluktuatif. Kondisi inilah yang jadi bahan pertimbangan serius untuk penyelenggaraan haji tahun ini. Semua keputusan, ditegaskan Dahnil, akan diambil setelah kajian mendalam dengan keselamatan jemaah sebagai panglima.

"Situasi di sana memang sangat dinamis. Sudah pasti ini jadi pertimbangan penting kami," ujarnya.

"Karena itu, kami diminta menyiapkan berbagai skenario dengan sangat hati-hati. Semua langkah mitigasi risiko harus benar-benar siap," jelas Dahnil lagi.

Pemerintah pun tengah menyusun sejumlah skenario dan langkah antisipasi. Tujuannya, mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa mengganggu perjalanan ibadah. Nantinya, seluruh rencana cadangan ini akan dibahas secara komprehensif dengan DPR sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Metro TV/Kautsar

Dahnil menambahkan, persiapannya harus cermat. "Kami sedang menyusun berbagai skenario dan langkah mitigasi secara komprehensif. Semuanya harus matang, agar pemerintah siap menghadapi apa pun. Nanti akan kami bahas bersama DPR," ucapnya.

Lalu bagaimana dengan umrah? Di sisi lain, untuk ibadah umrah, Kemenhaj sejalan dengan imbauan Kemenlu. Masyarakat yang rencananya berangkat umrah dalam waktu dekat, disarankan untuk menunda.

"Untuk jemaah umrah, kami mengikuti saran dari Kementerian Luar Negeri. Kami imbau masyarakat yang berencana berangkat dalam waktu dekat untuk menunda dulu, tunggu sampai situasi lebih kondusif," paparnya.

Dengan pendekatan penuh kehati-hatian ini, pemerintah berharap penyelenggaraan haji dan umrah bisa tetap berjalan. Aman, tertib, dan yang paling penting: memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh jemaah Indonesia di tanah suci.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar