Lantas, siapa sebenarnya Ko Andre ini? Ternyata, pria ini bukan bandar kecil. Dia diduga kuat merupakan pemasok utama untuk jaringan Erwin Iskandar, atau yang lebih dikenal sebagai Koko Erwin, yang beroperasi di Bima, NTB. Tak hanya itu, jaringan distribusinya juga merambah ke sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta.
Modus dan barang yang diedarkannya pun beragam. Andre disebut-sebut sebagai distributor utama sabu-sabu, vape berisi etomidate, dan juga "happy water" yang masuk ke Indonesia.
Modus Pintar dengan Jalur Laut dan Kargo
Yang menarik, cara kerja sindikat ini cukup cerdik. Mereka memanfaatkan hampir semua jalur distribusi yang ada. Mulai dari darat, laut, sampai kargo.
Untuk pengiriman vape mengandung etomidate ke wilayah Riau, misalnya. Mereka menggunakan jalur laut dari Malaysia, dengan titik masuk utama di Dumai. Sementara untuk sabu-sabu, polisi menemukan modus penyamaran yang unik. Barang haram itu kerap dimasukkan ke dalam boneka, lalu dibungkus rapi seperti kado agar terlihat seperti paket biasa dan lolos dari pemeriksaan.
Penangkapan Andre ini bukanlah akhir cerita. Justru, ini dianggap sebagai pintu masuk untuk membongkar jaringan narkoba lintas negara yang lebih luas dan rumit. Penyidik masih terus mengembangkan kasus ini, menelusuri setiap benang merah yang bisa mengungkap pelaku lain di balik layar.
Artikel Terkait
Mahasiswa Blokade Flyover Makassar, Tuntut Penuntasan Kasus Penyiraman Air Keras
Analis Prediksi IHSG Masih Rentan Koreksi, Soroti Level Support 6.846
KA Bangunkarta Anjlok di Brebes, Evakuasi Diperkirakan 7 Jam Lumpuhkan Jalur
Pemerintah Bekukan Harga Pertalite dan Biosolar hingga Akhir 2026