Dari total panjang jalan sekitar 981 kilometer, kabarnya sudah 328 kilometer yang berhasil dituntaskan pengerjaannya. Angka yang tidak kecil, tentu saja.
Nah, upaya perbaikan infrastruktur ini rupanya selaras dengan semangat peringatan HJB tahun ini. Tema yang diusung, “To Masseddi Patarompoi Wanua Bone”, punya makna yang dalam. Secara harfiah, ini adalah ajakan untuk bersatu dan saling menopang demi kemajuan Bone.
Menurut sejumlah budayawan, tema itu tak lepas dari falsafah hidup orang Bugis yang kental: sipakatau (saling memanusiakan), sipakainge’ (saling mengingatkan), dan sipakalebbi (saling memuliakan). Nilai-nilai inilah yang selama ini jadi perekat harmoni sosial di masyarakat.
Di sisi lain, pilihan tema juga punya resonansi historis yang kuat. Bone kan dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Bugis, di mana solidaritas dan kebersamaan dijunjung tinggi. Kini, semangat lama itu diharapkan bisa hidup kembali lewat kolaborasi nyata.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan anak muda dianggap kunci untuk menjawab tantangan pembangunan, termasuk soal infrastruktur tadi.
Dengan progres perbaikan jalan yang terus berjalan, optimisme pun tumbuh. Pemerintah Kabupaten Bone yakin, langkah ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Harapannya, semua berujung pada terwujudnya Bone yang lebih maju dan bermartabat, sesuai semangat hari jadinya yang ke-696. (kar)
Artikel Terkait
Komisi III DPR Desak Kejagung Perluas Penyidikan Pelanggaran di Kejari Karo
Timnas Futsal Indonesia Hajar Brunei 7-0 di Pembuka ASEAN Championship
Analis: Kekuatan Militer Iran yang Tak Terduga Buat Perang dengan AS-Israel Berkepanjangan
Kuasa Hukum Jusuf Kalla Laporkan Lima Pihak ke Bareskrim Terkait Tudingan Pendanaan Kasus Ijazah Jokowi