Memang, situasi di lapangan tampaknya makin memanas. Catatan dalam sepekan terakhir saja, sudah tiga kali serangan terjadi terhadap pasukan penjaga perdamaian. Imbasnya, selain tiga yang gugur, delapan prajurit lainnya mengalami luka-luka.
Desakan untuk Rapat Darurat di PBB
Di sisi lain, respons diplomatik pun digeber. Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Luar Negeri Sugiono, sudah bergerak. Mereka telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar rapat darurat. Permintaan itu disampaikan lewat Perwakilan Tetap di New York.
"Kita mengutuk keras serangan terhadap penjaga perdamaian dan menuntut dilakukan investigasi menyeluruh,"
ujar Menlu Sugiono dengan nada tegas.
Ia juga menggarisbawahi satu hal penting: pasukan perdamaian punya mandat menjaga stabilitas, bukan untuk terjun dalam pertempuran. Karena itulah, Indonesia mendesak PBB untuk mengevaluasi sistem perlindungan bagi prajuritnya, khususnya yang bertugas di wilayah misi UNIFIL.
"Kita meminta PBB untuk mengevaluasi keselamatan prajurit penjaga perdamaian, khususnya di UNIFIL,"
pungkasnya menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Leeds United Singkirkan West Ham Lewat Drama Adu Penalti di Perempat Final FA Cup
Frankfurt Gagal Pertahankan Keunggulan, Köln Bangkit untuk Raih Poin 2-2
Petrokimia Gresik Sapu Bersih Jakarta Electric PLN 3-0 di Final Four Proliga
Keputusan Tahanan Rumah Yaqut Picu Gelombang Permohonan Serupa di KPK