Di sisi lain, jalan keluar sebenarnya masih terbuka. Guterres bersikukuh bahwa satu-satunya solusi adalah kembali ke meja diplomasi, bukan terus mengandalkan konfrontasi senjata. Ia mendesak semua pihak untuk patuh pada hukum internasional dan Piagam PBB menghormati kedaulatan, melindungi warga sipil, dan menjaga keamanan fasilitas vital, termasuk yang bersifat nuklir. Kebebasan navigasi di jalur laut strategis, yang kini juga ikut terancam, tak boleh diabaikan.
Pilihan Akhir Ada di Tangan Para Pemimpin
Menutup pernyataannya, Guterres menyampaikan pesan yang terdengar seperti ultimatum sekaligus harapan terakhir. Perdamaian, katanya, tidak akan jatuh dari langit. Perdamaian adalah sebuah pilihan.
“Kita harus menemukan jalan damai. Konflik tidak berakhir dengan sendirinya,” ujarnya.
“Konflik berakhir ketika para pemimpin memilih dialog, bukan kehancuran.”
Seruan ini bergema di tengah desakan internasional yang kian kuat. Banyak yang khawatir, jika api di Timur Tengah ini tidak segera dipadamkan, yang terbakar nantinya bukan hanya wilayah itu, tapi seluruh dunia.
Artikel Terkait
Korban Serangan Air Keras Andrie Yunus Kirim Pesan Semangat dari Ruang HCU
Anggota DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Lonjakan Harga Avtur pada Tiket Pesawat
BMKG Prakirakan Cuaca Cerah Berlanjut Hujan Ringan di Sulawesi Selata
Pemkot Makassar Tegaskan Tak Akan PHK PPPK Meski Anggaran Tertekan