Di sisi lain, kendaraan yang belum punya tiket atau cuma mengantar penumpang, bakal dapat stiker merah.
“Jadi beda warnanya, beda juga perlakuan nantinya,” ucap Heru.
Praktiknya, titik penyaringan ini akan berjajar di beberapa lokasi. Misalnya di KM 49 dan KM 20 Tol Trans Sumatera. Ide dasarnya, sistem ini berlapis. Kalau di titik pertama kendaraan belum punya tiket dan dapat stiker merah, mereka masih punya kesempatan untuk membeli tiket di pos berikutnya. Begitu dapat tiket, stikernya bisa diganti jadi hijau, dan mereka diizinkan melanjutkan perjalanan.
“Jadi ada semacam pengaturan bertahap. Dari KM 49 ke KM 20. Harapannya, arus kendaraan yang benar-benar siap menyeberang saja yang sampai ke pelabuhan,” pungkas Heru menutup penjelasan.
Langkah ASDP ini sepertinya ingin mengatasi masalah klasik arus balik: antrean panjang kendaraan yang seringkali bukan karena kapal tidak ada, tapi karena banyak yang belum siap tiket. Dengan stiker warna-warni itu, pengaturan lalu lintas diharapkan jadi lebih terukur dan, ya, sedikit lebih berwarna.
Artikel Terkait
Komposer Legendaris Lebo M Gugat Komedian Zimbabwe Rp 400 Miliar Atas Parodi The Lion King
Mohamed Sahah Resmi Tinggalkan Liverpool Lewat Surat Terbuka yang Haru
Momentum Positif, Peluang 86%: Michael Carrick Kandidat Utama Kursi Pelatih Permanen MU
Enam Tewas dalam Kecelakaan Minibus di Majalengka