Suasana di RSUD Majalengka dan RSUD Cideres, Selasa (24/3) sore itu, sungguh mengharu biru. Isak tangis keluarga tak terbendung. Mereka menjemput enam jenazah korban kecelakaan maut asal Karawang. Kesedihan yang begitu dalam membuat salah satu anak korban tak kuat berdiri ia pun pingsan saat menyadari orang tuanya telah pergi untuk selamanya.
Kepiluan kian terasa ketika ambulans mulai berjejer. Kendaraan itu akan mengantar para korban pulang ke kampung halaman di Rengasdengklok, Karawang. Di sepanjang koridor rumah sakit, hanya suara langkah petugas dan ratapan keluarga yang terdengar, menyertai setiap peti jenazah yang dipindahkan.
Menurut informasi yang beredar, musibah ini menimpa sebuah minibus bernopol Z 7012 CN. Mobil yang dikemudikan Hasyim Adnan (47) itu tercebur ke parit sedalam lima meter di Desa Maniis, Majalengka. Saat kejadian, kendaraan tersebut mengangkut 21 penumpang.
Direktur Utama RSUD Majalengka, Ega Bramasta, mengonfirmasi peristiwa nahas itu.
"Pihak kami menerima tiga orang korban dalam keadaan meninggal dunia untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga," jelasnya, Selasa lalu.
Di sisi lain, data dari RSUD Cideres melengkapi gambaran duka itu. Tiga korban jiwa lagi dilaporkan ada di sana. Tidak hanya itu, enam penumpang lain masih berjuang melawan luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif.
Duka ternyata sudah lebih dulu dirasakan oleh sebagian keluarga. Seperti yang diungkapkan Mulyati, salah satu keluarga korban selamat. Ia mengaku punya firasat buruk sebelum rombongan berangkat.
"Awalnya saya sudah melarang adik saya untuk ikut ke Tasikmalaya. Perasaan saya gelisah terus, tidak tenang," kenangnya.
Suaranya tercekat, matanya berkaca.
"Ternyata selang beberapa jam kemudian saya justru mendapat kabar duka ini."
Saat ini, Satlantas Polres Majalengka masih menyelidiki kecelakaan tunggal yang merenggut enam nyawa ini. Dugaan sementara, minibus mengalami rem blong sebelum akhirnya terjun bebas ke dalam parit. Yang kini dinantikan keluarga adalah kepastian bahwa biaya perawatan dan pemulangan jenazah segera ditanggung pihak terkait. Harapan kecil di tengah nestapa yang begitu besar.
Artikel Terkait
BMKG Deteksi Siklon Tropis Hagupit di Pasifik Utara Papua, Waspadai Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
ADB Komitmenkan Dana Rp520 Triliun untuk Pembangunan ASEAN Hingga 2030
Lebih dari 470 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Baru Mulai Terima Bansos pada Triwulan II 2026
AS Rilis Ribuan Dokumen Rahasia UFO untuk Publik, Pertama dalam Sejarah