Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Pantai Gratis Singkawang

- Rabu, 25 Maret 2026 | 04:30 WIB
Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Pantai Gratis Singkawang

Pantau – Suasana di Pantai Gratis, Singkawang Selatan, Selasa siang (24/3/2026) berubah pilu. Muhammad Azka, bocah berusia enam tahun, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat bermain air. Kejadian ini mengguncang warga di Kelurahan Sedau.

Azka sendiri diketahui berdomisili di Jalan Demang Akub, Kelurahan Setapuk Besar, wilayah Singkawang Utara.

Lepas dari Pengawasan

Menurut Kapolsek Singkawang Selatan, Iptu Dian Edi Sarwono, kronologi bermula saat korban mandi di perbatasan Pantai Gratis dengan kawasan PLTU. Ia bersama orang tua dan kakaknya menikmati waktu bermain air di sana.

Namun begitu, situasi berubah. Bocah malang itu diduga lepas dari pantauan keluarganya.

"Korban diduga lepas dari pengawasan orang tua saat mandi, sehingga dilakukan pencarian oleh keluarga dibantu petugas di sekitar lokasi,"

ungkap Kapolsek Dian Edi Sarwono.

Pencarian pun digelar. Dengan hati cemas, keluarga dan petugas menyisir area sekitar. Hasilnya sungguh memilukan. Azka akhirnya ditemukan di aliran Sungai Air Merah, dalam keadaan tak sadarkan diri.

Upaya yang Tak Berhasil

Evakuasi segera dilakukan. Personel Polres Singkawang dan instansi terkait bergerak cepat membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pertolongan pertama.

Sayangnya, semua upaya itu tak membuahkan hasil. Setelah diperiksa tenaga medis di UPT Puskesmas Singkawang Selatan 1, Azka dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa tragis ini tentu jadi pelajaran pahit. Kapolsek pun tak henti mengingatkan, terutama pada para orang tua. Kawasan pantai punya daya tarik, tapi juga menyimpan risiko yang kadang tak terduga.

"Orang tua diharapkan selalu memperhatikan anak-anak saat bermain di sekitar pantai, terutama di area yang berpotensi berbahaya,"

tegasnya.

Di sisi lain, kejadian ini menyoroti pentingnya pengamanan ekstra di kawasan wisata. Terlebih saat musim liburan tiba dan pengunjung membludak. Kewaspadaan kolektif menjadi kunci agar duka seperti ini tidak terulang lagi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags