Pemimpin ASEAN Sepakat Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan di Tengah Ketidakpastian Global

- Minggu, 10 Mei 2026 | 03:35 WIB
Pemimpin ASEAN Sepakat Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan di Tengah Ketidakpastian Global

Para pemimpin negara-negara ASEAN, termasuk Presiden Prabowo Subianto, telah menyepakati penguatan kerja sama regional di sektor energi dan pangan sebagai langkah strategis memperkokoh ketahanan kawasan. Kesepakatan itu dihasilkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung di Cebu, Filipina. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengungkapkan bahwa dua hasil konkret dari pertemuan tersebut adalah ASEAN Petroleum Security Agreement dan APTERR (ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve).

Menurut Sugiono, kerja sama ini lahir dari kesadaran bersama bahwa ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah, cepat atau lambat akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat di Asia Tenggara. Ia menekankan bahwa perang atau gejolak yang terjadi di kawasan yang jauh sekalipun dapat segera berimbas pada kawasan ASEAN.

"Karena kita sadari bersama sesuatu ataupun perang yang terjadi di sebuah kawasan yang jauh dari kita dengan cepat akan langsung berimbas pada perikehidupan masyarakat di kawasan kita. Inilah yang dirasakan seluruh negara-negara ASEAN," ujar Sugiono dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut mencerminkan semangat para pemimpin ASEAN untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai kawasan yang tangguh dan mampu beradaptasi di tengah ketidakpastian. Inisiatif bersama ini, kata Sugiono, muncul dari kesadaran bahwa situasi global saat ini menuntut langkah kolektif untuk memperkuat ketahanan, khususnya di bidang energi dan pangan.

"Ada satu kesadaran bersama yang tumbuh bahwa dengan situasi yang terjadi saat ini perlu suatu inisiatif bersama untuk menjadikan ASEAN ini sebagai suatu wilayah yang resilient, khususnya di bidang energi dan pangan," ungkapnya.

Di sisi lain, Sugiono menegaskan bahwa agenda kerja sama ini sejalan dengan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo. Ia menyebut bahwa ketahanan pangan dan ketahanan energi telah menjadi fondasi penting bagi kedaulatan dan ketahanan nasional sejak awal program pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo.

"Saya kira ini juga sesuatu yang sudah menjadi sejak awal program dari pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo, dimana ketahanan energi dan ketahanan pangan merupakan hal yang paling mendasar yang harus dipenuhi oleh sebuah negara, yang harus dipenuhi oleh negara kita," tuturnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar