Garudayaksa Juarai Pegadaian Championship Usai Kalahkan PSS Sleman Lewat Adu Penalti

- Minggu, 10 Mei 2026 | 03:45 WIB
Garudayaksa Juarai Pegadaian Championship Usai Kalahkan PSS Sleman Lewat Adu Penalti

Persiapan matang, termasuk latihan tendangan penalti yang rutin dilakukan, menjadi kunci utama keberhasilan Garudayaksa menjuarai Pegadaian Championship 2025/2026. Hal itu diungkapkan langsung oleh pelatih kepala, Widodo Cahyono Putro, setelah timnya menaklukkan PSS Sleman dalam laga final yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu lalu.

Pertandingan final berjalan sangat ketat. Kedua tim harus menyelesaikan laga hingga babak adu penalti setelah bermain imbang 2-2 selama waktu normal dan perpanjangan waktu. Pada babak tos-tosan tersebut, Garudayaksa akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3.

Widodo mengaku telah memprediksi laga puncak ini akan berlangsung sulit dan kemungkinan besar harus ditentukan melalui adu penalti. Oleh karena itu, ia secara khusus memasukkan latihan tendangan penalti dalam setiap sesi latihan tim.

“Saya pribadi sudah memprediksi di partai final ini tidak mudah. Dan bahkan akan terjadi penalti. Makanya setiap latihan begitu saya datang, setiap selesai latihan saya penalti. Saya menendang penalti,” kata Widodo dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.

Meskipun penendang pertama Garudayaksa, Everton, gagal menuntaskan tugasnya karena tendangannya melambung tinggi, para eksekutor berikutnya tampil sempurna. Di sisi lain, dua eksekutor PSS Sleman, Kevin Gomes dan Gustavo Tocantins, gagal menjalankan perannya setelah tendangan mereka berhasil dihalau oleh kiper Garudayaksa, Yoewanto Beny.

“Terbukti tadi pemain enjoy menendang penalti. Jadi sudah dipersiapkan,” tambah pelatih berusia 55 tahun itu.

Di luar hasil akhir, Widodo mengaku sangat menikmati jalannya pertandingan final. Ia bahkan berpandangan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya hal terpenting dalam sepak bola. Menurutnya, semangat persaudaraan yang terbangun justru menjadi nilai utama.

“Tentunya sangat gembira bagi kami. Tapi ini kita juga sama untuk PSS juga, kita juara bersama. Saya kira itu karena yang terutama itu di dalam sepak bola itu bukan kalah menangnya tetapi kita menjadi saudara,” ujar Widodo.

“Karena di mana kita membangun sepak bola, di situ ada persaudaraan. Supaya sepak bola kita tambah maju. Tentunya ke depan mudah-mudahan Garudayaksa dan PSS juga bisa berkembang lebih baik,” sambungnya.

Mengenai rencana tim ke depan, Widodo menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen Garudayaksa. Ia menyatakan akan segera berdiskusi dengan pihak manajemen terkait persiapan menuju musim depan, termasuk keputusan mengenai persentase pemain yang akan dipertahankan untuk berlaga di Super League.

“Jadi saya belum tahu ke depannya. Kalau pondasi sih paling ya nanti terserah manajemen lah. Kalau lanjutannya bagaimana ya nanti kita akan bicarakan lagi,” kata pelatih yang pernah menangani sejumlah klub besar Indonesia, seperti Bali United, Bhayangkara FC, dan Arema FC itu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar