Komdigi Siap Fasilitasi Akses Internet di 19 Titik Blankspot Jember untuk Dukung Pendidikan

- Minggu, 10 Mei 2026 | 04:00 WIB
Komdigi Siap Fasilitasi Akses Internet di 19 Titik Blankspot Jember untuk Dukung Pendidikan

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi penyediaan akses internet di 19 titik blankspot yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari Bupati Jember mengenai sejumlah wilayah yang hingga kini masih belum terjangkau jaringan telekomunikasi. “Kami sudah mendapat laporan dari Bupati Jember terkait titik blankspot di Jember,” ujarnya.

Setelah menerima laporan tersebut, Komdigi langsung berkoordinasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) untuk mendata lokasi-lokasi blankspot yang membutuhkan penanganan prioritas. Nezar menjelaskan bahwa setiap titik blankspot di Jember akan melalui proses evaluasi dan asesmen guna menentukan skema pembangunan jaringan telekomunikasi yang paling tepat.

“Nantinya akan kami evaluasi dan lakukan asesmen, apakah jaringan telekomunikasinya akan dibangun oleh BAKTI. Kalau tidak masuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), maka akan dicari upaya lain, termasuk mendorong operator seluler untuk membangun jaringan komunikasi di titik-titik itu,” kata Nezar.

Komdigi berkomitmen untuk mendukung penuh agar wilayah blankspot di Jember segera terhubung dengan internet, terutama untuk kebutuhan pendidikan. Sejumlah titik blankspot dilaporkan berada di sekitar sekolah, sehingga para siswa mengalami kesulitan mengakses materi pembelajaran daring karena tidak mendapatkan sinyal.

“Kami mendapat laporan bahwa sejumlah titik blankspot itu terdapat sekolah yang mana siswanya kesulitan mengakses internet karena tidak mendapatkan sinyal. Komdigi tidak akan membiarkan anak-anak kesulitan sinyal untuk pendidikan,” tegas Nezar.

Pembangunan jaringan internet di wilayah blankspot akan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan berbagai teknologi, mulai dari BTS, fiber optik, hingga satelit. Nezar menyebutkan bahwa saat ini koneksi 4G di Indonesia telah mencapai 97 persen pada wilayah yang dihuni penduduk. Meski demikian, pihaknya tetap membuka komunikasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi penyediaan akses internet di wilayah yang belum tersentuh.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, melaporkan bahwa jumlah titik blankspot di wilayahnya pada tahun 2025 tercatat sebanyak 24 titik, dan kini berkurang menjadi 19 titik yang tersebar di 12 kecamatan. Beberapa desa yang masih mengalami blankspot antara lain Desa Kemuninglor di Kecamatan Arjasa, Desa Gunungmalang di Kecamatan Sumberjambe, Desa Curahnongko di Kecamatan Tempurejo, dan Desa Panduman di Kecamatan Jelbuk.

Menurut Regar, penyebab utama blankspot di Jember adalah kendala geografis berupa pegunungan, perbukitan, hutan, dan perkebunan yang menghambat sebaran sinyal seluler. Ia menambahkan bahwa penyedia tower seluler biasanya mempertimbangkan jumlah pelanggan potensial, sehingga pembangunan jaringan di wilayah pegunungan dengan populasi sedikit memerlukan perhitungan biaya yang lebih matang.

Regar berharap bantuan penyediaan akses internet dari Komdigi dapat menghapus seluruh titik blankspot di Jember, sehingga masyarakat, khususnya pelajar, dapat menikmati layanan telekomunikasi yang memadai.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar