Komposer Legendaris Lebo M Gugat Komedian Zimbabwe Rp 400 Miliar Atas Parodi The Lion King

- Rabu, 25 Maret 2026 | 04:00 WIB
Komposer Legendaris Lebo M Gugat Komedian Zimbabwe Rp 400 Miliar Atas Parodi The Lion King

Dunia hiburan lagi-lagi gempar. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke gugatan hukum bernilai fantastis yang dilayangkan komposer legendaris Afrika Selatan, Lebo M. Lawannya? Seorang komedian asal Zimbabwe bernama Learnmore Jonasi. Nilai gugatannya bikin mata berkedip: 27 juta dolar AS, atau kalau dirupiahkan, nyaris setengah triliun!

Semua berawal dari sebuah klip podcast yang tiba-tiba viral. Di sana, Jonasi terlihat menirukan dengan gaya yang banyak disebut kontroversial nyanyian ikonik dari film The Lion King. Bagi Lebo M, yang suaranya adalah jiwa dari lagu pembuka film itu, aksi parodi itu bukan sekadar lelucon. Ia merasa karya besarnya dicemarkan, bahkan nilai artistik dan budayanya dirusak.

"Penggunaan elemen musik dari The Lion King tanpa konteks yang tepat berpotensi menyesatkan publik dan mengikis makna budaya di dalamnya," begitu kira-kira bunyi dokumen gugatan yang beredar.

Nah, di sinilah persoalannya jadi menarik. Kasus ini ternyata bukan cuma soal dua orang yang berseteru. Ia menyentuh hal-hal yang lebih dalam: hak cipta, identitas budaya, dan tentu saja, batas kebebasan berekspresi dalam komedi. Bagi Lebo M, musik yang ia ciptakan itu adalah representasi budaya Afrika. Bukan sekadar lagu untuk dijadikan bahan tertawaan.

Namun begitu, banyak juga yang membela Jonasi. Dunia komedi, kata mereka, punya caranya sendiri. Satire dan parodi adalah alat untuk kritik sosial, dan seringkali harus menabrak batas-batas norma. Di era digital di mana konten menyebar cepat, di mana sebenarnya garis antara kreativitas dan pelanggaran hukum?

Perdebatan ini pun memanas dan menarik perhatian publik global. Sampai sekarang, pengadilan belum mengeluarkan keputusan resmi. Tapi satu hal yang pasti: hasil dari kasus ini bakal jadi penanda. Ia akan menentukan preseden baru soal sejauh mana karya populer bisa "diutak-atik" di ruang digital dan panggung hiburan.

Kita tunggu saja kelanjutannya. Soal angka gugatan yang selangit itu? Itu sudah jadi pernyataan keras bahwa bagi sang maestro, ini masalah prinsip yang serius.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags