Di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, suasana konferensi pers Jumat lalu terasa mendesak. Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, dengan tegas menyoroti satu hal: penanganan bencana di Sumatera dan Aceh butuh dukungan dari semua pihak. Bukan cuma pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat.
"Ayo sama-sama bantu semuanya, saling dukung," seru Teddy di hadapan awak media.
Menurutnya, gerak laju penanganan sudah dimulai jauh sebelum sorotan media menyala. Ia ingin menegaskan bahwa kerja nyata di lapangan berjalan tanpa pamrih publikasi. "Nah, yang di lapangan ini, seluruh petugas TNI, Polri, Basarnas, yang disampaikan Pak Panglima TNI, BNPB daerah, semuanya di detik pertama, hari pertama tanpa kamera," kata Teddy, menekankan poin itu.
Di sisi lain, respons dari tingkat tertinggi juga digambarkannya berlangsung cepat. Begitu kejadian berlangsung, Presiden langsung mengambil inisiatif untuk berkomunikasi dengan para pemimpin daerah yang terdampak.
Tak cuma satu dua orang. Sambungan telepon dan deretan pesan singkat dikirim kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, lalu Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan, dan juga Bupati Tapanuli Tengah Masinton. Tujuannya jelas: memastikan penanganan di lapangan berjalan tanpa kendala berarti.
Artikel Terkait
PPATK Dibanjiri 43 Juta Laporan, Nilai Transaksi Mencurigakan Tembus Rp 2.085 Triliun
Pompa Raksasa di Daan Mogot Dijanjikan Tuntaskan Banjir pada 2027
Rita Pasaraya Cilacap Hangus Dilahap Si Jago Merah, Diduga Bermula dari Korsleting
Prabowo Undang Ormas Islam Bahas Peran Indonesia di Dewan Perdamaian