Namun begitu, koordinasi tingkat nasional tak kalah penting. Di hari yang sama, Presiden memberi instruksi langsung kepada Menko PMK. Intinya, seluruh kekuatan nasional harus dimobilisasi dan dikerahkan ke lokasi bencana secepat mungkin.
Perintah itu langsung dieksekusi. Pada 27 November, seluruh helikopter yang ada di Pulau Sumatra digerakkan. Bahkan, armada udara dari Jawa pun diterbangkan meski jaraknya tak dekat. Butuh perjuangan ekstra, memang.
"Dari Jawa ke Sumatera helikopter itu butuh 13 sampai 15 jam terbangnya," tandas Teddy, menggambarkan betapa beratnya logistik saat itu.
Narasi yang dibangunnya jelas: dari detik pertama, semua sudah bergerak. Dari atas hingga ke garis depan, upaya dilakukan meski tantangannya besar. Itu poin yang ingin ia sampaikan.
Artikel Terkait
Kilas Balik 22 Maret: Dari Arca Buddha Zamrud hingga Letusan Gunung Redoubt
Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol untuk Kalahkan Hamburg
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Tiga Anak di Jombang Terluka Parah Akibat Petasan Rakitan, Satu Harus Diamputasi