Suasana mencekam sempat menyelimuti Kecamatan Lenteng, Sumenep, akhir Januari lalu. Seorang pria berusia 55 tahun, Mukhlis, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Tubuhnya penuh luka bacok. Peristiwa itu, tentu saja, langsung mengguncang warga sekitar.
Kini, setelah beberapa hari berlalu, kabar baik akhirnya datang dari kepolisian. Satreskrim Polres Sumenep berhasil menangkap pelakunya. Adalah Lutfi, yang menurut polisi, nekat membunuh karena sakit hati.
Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Agus Rusdiyanto, menjelaskan kronologinya. "Korban atas nama Mukhlis dan pelaku atas nama Lutfi. Setelah kejadian penganiayaan jadi pelaku ini melarikan diri," ujarnya pada Selasa (3/2/2026).
Lutfi sempat kabur ke luar kota. Tapi, upayanya bersembunyi tak berlangsung lama.
Tim Resmob bergerak cepat. Mereka mengejar dan mengumpulkan informasi. "Ada informasi bahwa pelaku ini melarikan diri ke suatu wilayah dan alhamdulillah pelaku atas nama Lutfi berhasil ditangkap di Desa Tambak, Kecamatan Omben Kabupaten Sampang," jelas Agus Rusdiyanto.
Jadi, apa sebenarnya yang memicu amarah Lutfi hingga berujung fatal? Polisi menyebut motifnya adalah kecemburuan dan rasa benci yang menumpuk. Rupanya, korban kerap mengejek pelaku. Ejekan itu akhirnya memantik ledakan emosi yang tak terkendali.
"Jadi motifnya cemburu, dan kami juga meminta keterangan kepada pelaku bahwa sebelum kejadian korban ini mengejek ke pelaku akhirnya terjadilah penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia," katanya lagi.
Beberapa barang bukti pun telah disita untuk mendukung penyidikan. Nasib Lutfi kini sudah jelas. Atas perbuatannya, ia terancam hukuman berat. Pasal yang menjeratnya adalah Pasal 459 sub Pasal 458 ayat (1) jo Pasal 469 ayat (2) sub Pasal 468 ayat (2) KUHP Nasional. Ancaman maksimalnya? Dua puluh tahun penjara.
Kasus ini mungkin terungkap, tapi meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga korban. Sebuah tragedi yang sebenarnya bisa dihindari.
Artikel Terkait
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1
Empat Korban Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya Masih Dirawat Intensif, Pelaku Terungkap Motif Sakit Hati