Gotong Royong Warga dan TNI Angkut Bangkai Kapal di Pantai Kendari

- Selasa, 03 Februari 2026 | 12:00 WIB
Gotong Royong Warga dan TNI Angkut Bangkai Kapal di Pantai Kendari

Di kawasan Ruang Terbuka Hijau Papalimba Puday, Kendari, Selasa lalu, suasana tampak berbeda. Bukan hanya angin laut yang berhembus, tapi juga suara riuh warga, petugas kebersihan, dan anggota TNI yang sedang bekerja keras. Mereka bersama-sama mengangkat dan membersihkan potongan demi potongan bangkai kapal ikan yang sudah lama teronggok di tepi pantai.

Kapal-kapal itu kondisinya memprihatinkan. Karatan dan lapuk, hanya menyisakan kerangka besi dan kayu yang mengotori pemandangan. Menurut sejumlah saksi, kehadiran bangkai-bangkai itu sudah jadi pemandangan lumrah sekian lama. Makanya, aksi gotong royong ini terasa seperti angin segar.

Pembersihan ini jelas punya tujuan ganda. Selain untuk mengurangi potensi pencemaran di sekitar pesisir, langkah ini juga diharapkan bisa mengembalikan keindahan pantai. Estetika lingkungan, ya, itu salah satu poin pentingnya. Kawasan pantai yang bersih dan tertata tentu akan jauh lebih nyaman buat warga sekitar maupun para pengunjung.

Rupanya, upaya di Papalimba Puday bukanlah satu-satunya. Pemerintah Kota Kendari sendiri tengah gencar melakukan pembersihan serupa di sejumlah titik lain.

Dari data yang dihimpun, ada sekitar 30 bangkai kapal ikan yang tersebar di wilayah pesisir Teluk Kendari. Jumlah yang tidak sedikit. Pemerintah kota bertekad menuntaskan masalah ini sebagai bagian dari komitmen mereka menata kawasan pantai. Harapannya, lingkungan pesisir bisa kembali asri dan tertib.

Kerja bakti seperti ini, meski melelahkan, menunjukkan semangat yang patut diapresiasi. Gotong royong masih hidup. Dan hasilnya, meski belum sempurna, perlahan-lahan mulai terlihat. Pantai yang lebih bersih, sedikit demi sedikit, kembali ke wujud aslinya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar