Siang ini, Presiden Prabowo Subianto bakal duduk bersama dengan para pengurus organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan. Pertemuan ini rencananya akan membahas banyak hal, termasuk soal keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang digagas Presiden AS, Donald Trump.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membenarkan rencana pertemuan itu. Dia ditemui di sekitar kompleks Istana, Selasa (3/2/2026).
"Bapak Presiden nanti siang akan menerima beberapa tokoh pimpinan organisasi Islam, kemudian tokoh-tokoh Islam, kemudian juga beberapa pimpinan pondok pesantren dari beberapa daerah yang bisa hadir pada siang hari ini," jelas Teddy.
Menurutnya, pertemuan semacam ini sebenarnya sudah jadi agenda rutin. Tujuannya, untuk menyampaikan berbagai program dan capaian pemerintah ke publik. Tapi kali ini, Prabowo juga akan menyelipkan pembahasan soal isu geopolitik yang sedang panas.
"Kemudian juga tentunya kondisi dalam negeri dan di luar negeri. Itu kira-kira, nanti siang mungkin 3 sampai 4 jam," tambahnya.
Nah, soal Board of Peace bentukan Trump itu pasti akan masuk dalam pembicaraan. Teddy menegaskan, hampir semua isu global akan diangkat.
"Tentunya iya. Pasti semua akan dibahas, salah satunya tentang itu. Tadi saya bilang, bahas kondisi dalam negeri dan luar negeri," ucapnya.
Undangan sendiri dikirim ke sejumlah perwakilan ormas Islam. Teddy memperkirakan, sekitar 40 hingga 50 orang akan hadir memenuhi undangan itu.
"Hampir semua organisasi muslim, PBNU, Muhammadiyah, MUI, ada Persis, Syarikat Islam, kemudian tokoh-tokoh Ponpes dari Jawa Timur dan lain sebagainya. Nanti jumlahnya sekitar 40 sampai 50. Diskusi tentang ya, kondisi dalam negeri, luar negeri," pungkas Teddy.
Artikel Terkait
Kakek Kandung Tersangka Pembunuh Bocah 4 Tahun di Rohil, Korban Alami Kekerasan Seksual
Haid Tak Kunjung Datang? Kenali Penyebab dan Cara Alami Melancarkan Siklus Menstruasi
Kebakaran Hebat Landa Metro Sport Center Semarang, Kerugian Capai Rp5 Miliar
DPR Minta Pemerintah Sosialisasi Masif Aturan Baru Outsourcing yang Masih Ditolak Buruh