Dampaknya segera terasa. Insiden ini menyebabkan sedikitnya sepuluh orang mengalami luka-luka.
Namun begitu, angka korban sebenarnya mungkin lebih besar. Sebelum kejadian Patriot nyasar ini, Kementerian Kesehatan Bahrain sudah lebih dulu merilis data. Mereka menyebutkan bahwa serangan rudal dan drone yang menimpa Distrik Sitra pada Minggu malam itu telah melukai 32 orang. Empat di antaranya dilaporkan dalam kondisi yang cukup serius.
Rudal Patriot itu merupakan bagian dari sistem pertahanan yang menjaga pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama. Ironisnya, sistem yang seharusnya melindungi justru berbalik mengancam. Padahal, harga satu unit rudal pencegatnya saja mencapai 4 juta dolar AS, atau jika dirupiahkan kira-kira Rp67,9 miliar. Mahal, tapi nyatanya tak menjamin keselamatan sempurna.
Artikel Terkait
Dua Pemuda Mabuk Jadi Tersangka Pengeroyolan Kapolsek Kaliwungu
Bupati Bone Gerak Cepat Atasi Kelangkaan Beras Jelang Lebaran
Kemenag Terbitkan Panduan Khusus Takbiran Idul Fitri Saat Nyepi di Bali
Warga Desa Pallime di Bone Bertumpu pada Sungai sebagai Jalan Utama