RS Yarsi Jakarta Gunakan Terapi Hiperbarik untuk Pulihkan Pendengaran Korban Ledakan SMAN 72
Rumah Sakit Yarsi Jakarta tengah memberikan penanganan intensif berupa terapi oksigen hiperbarik bagi para korban ledakan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tindakan medis ini difokuskan untuk menangani gangguan pendengaran yang dialami para siswa akibat trauma pada gendang telinga.
Menurut Henny Rusniawaty, Kepala Bagian Humas dan Pemasaran RS Yarsi Jakarta, seluruh pasien yang datang dengan keluhan pendengaran akan menjalani prosedur terapi hiperbarik ini. Hal ini disampaikannya pada Senin (10/11) untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Apa Itu Terapi Oksigen Hiperbarik dan Manfaatnya?
Terapi oksigen hiperbarik adalah sebuah tindakan medis yang dilakukan dengan memberikan oksigen murni (100%) kepada pasien di dalam sebuah ruangan khusus yang bertekanan tinggi. Tujuan utama dari terapi ini adalah untuk mempercepat proses penyembuhan jaringan tubuh yang rusak.
Dalam konteks korban ledakan, terapi ini sangat efektif karena meningkatkan suplai oksigen ke seluruh sel-sel tubuh, termasuk sel-sel sensitif di telinga bagian dalam. Dengan suplai oksigen yang memadai, perbaikan fungsi pendengaran akibat trauma gendang telinga dari perubahan tekanan ekstrem seperti ledakan dapat berlangsung lebih cepat.
Update Jumlah Korban yang Dirawat di RS Yarsi Jakarta
Berdasarkan pantauan terbaru, jumlah korban ledakan yang dirawat di RS Yarsi mengalami peningkatan. Dari yang sebelumnya 14 orang, kini menjadi 17 orang pasien. Tiga pasien tambahan tersebut sebelumnya telah berobat di fasilitas kesehatan primer, namun karena keluhan tidak kunjung reda, mereka akhirnya dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di RS Yarsi.
Secara umum, kondisi fisik mayoritas pasien di RS Yarsi dilaporkan stabil. Keluhan utama yang dialami adalah gangguan pada pendengaran. Sementara itu, pasien dengan kondisi cedera yang lebih serius ditangani di rumah sakit lain.
Peristiwa ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading terjadi pada hari Jumat (7/11). Insiden tragis ini mengakibatkan puluhan siswa mengalami luka bakar dan kerusakan pendengaran. Penyidik masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap motif dan asal-usul bahan peledak yang digunakan dalam kejadian tersebut.
Artikel Terkait
MotoGP Italia 2026: Kualifikasi dan Sprint Race di Mugello Hari Ini, Veda Ega Pratama Jadi Sorotan
Polisi Gerebek Tempat Hiburan Malam di Medan, Tangkap Karyawan dan Sita Delapan Butir Ekstasi
Jay Idzes Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026 Akibat Cedera Otot Kambuh
Gempa Magnitudo 2,4 Guncang Cirebon, BMKG: Tak Berpotensi Kerusakan