MURIANETWORK.COM - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia melontarkan gurauan politik kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, mengajaknya bergabung dengan partainya. Kejadian ini terjadi di tengah acara pelantikan pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur di Surabaya, Minggu, yang dihadiri ribuan kader. Gurauan ini menambah warna dinamika hubungan antarpartai di tingkat lokal.
Gurauan di Tengah Ribuan Kader
Dalam suasana yang riuh di Jatim Expo, Bahlil menyapa Emil Dardak yang hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Dengan nada bersahabat, Ketum Golkar itu menyampaikan guyonan yang langsung memecah tawa para hadirin.
"Pak Wagub, gimana, apa sudah mulai goyang? Saya lihat Pak Wagub mulai goyang. Kalau hatinya sudah mulai nyaman, ya tidak apa-apa juga," ujarnya, disambut gelak tawa ribuan kader yang memadati venue tersebut.
Emil Dardak sendiri, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, tampak menyambut candaan tersebut dengan senyuman. Ini bukan pertama kalinya Bahlil melontarkan gurauan serupa kepada Emil, menunjukkan hubungan personal yang cukup cair di antara keduanya meski berbeda partai.
Pesan Konsolidasi dan "Satu Rumah"
Lebih dari sekadar canda, dalam sambutannya Bahlil menyampaikan pesan politik yang lebih dalam tentang hubungan antarpartai. Ia menyinggung hubungan baik Golkar dengan sejumlah partai lain, seperti NasDem, Hanura, Gerindra, dan Demokrat.
Dengan filosofi yang khas, ia mencoba merangkul semua elemen. "Kalau ada kader yang ke partai lain, itu bukan pindah, hanya hijrah sementara. Kalau rindu pulang, silakan kembali. Kita satu rumah, beda kamar," tuturnya.
Pernyataan ini bukan hanya retorika kosong, melainkan bagian dari strategi konsolidasi yang sedang digencarkan. Bahlil menekankan bahwa Partai Golkar terus memperkuat struktur organisasinya hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Soliditas internal ini, menurutnya, adalah kunci utama dalam menghadapi berbagai agenda politik mendatang.
Momen Penguatan di Tingkat Regional
Pelantikan pengurus DPD se-Jawa Timur ini bukan sekadar acara seremonial. Acara yang juga dihadiri perwakilan pimpinan partai politik tingkat provinsi ini diikuti sekitar tiga ribu kader, sebuah gambaran nyata tentang skala dan pengaruh organisasi di wilayah tersebut.
Dari sudut pandang pengamat politik, acara semacam ini berfungsi ganda. Selain untuk meresmikan kepengurusan baru, momentum ini juga menjadi ajang menunjukkan kekuatan dan solidaritas di hadapan publik dan partai lain. Harapannya jelas: membangun fondasi yang kokoh untuk menghadapi dinamika politik regional dan nasional yang semakin kompleks.
Interaksi antara Bahlil dan Emil dalam forum tersebut, meski berbalut canda, turut merefleksikan realitas politik praktis di lapangan, di mana komunikasi dan hubungan personal tetap memainkan peran penting di sela-sela kompetisi ideologi dan kepentingan.
Artikel Terkait
Trump Umumkan Dana US$5 Miliar untuk Gaza, Hamas Wajib Demiliterisasi
Ganjil-Genap Ditiadakan di Jakarta Selama Libur Imlek
Persija Kalahkan Bali United, Perkukuh Posisi Tiga Klasemen
Wamen Haji Resmikan Replika Pesawat untuk Simulasi Calon Jemaah di Aceh