Minggu lalu, suasana di Asrama Haji Embarkasi Aceh tampak berbeda. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simajuntak, hadir untuk meresmikan sebuah replika pesawat. Bukan main-main, replika ini bakal jadi sarana edukasi utama bagi calon jemaah asal Serambi Mekah.
Menurut rencana, fasilitas ini akan dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengelola asrama. Fungsinya lumayan lengkap. Mulai dari simulasi proses keberangkatan, tata cara naik pesawat, hingga pelayanan apa saja yang bisa didapat selama penerbangan panjang nanti. Intinya, agar calon jemaah nggak kaget lagi saat menghadapi situasi sebenarnya.
Dahnil berharap, dengan adanya simulasi ini, para jemaah bisa berangkat dengan persiapan yang lebih matang. Baik secara teknis maupun mental.
"Ini upaya kita untuk meningkatkan kenyamanan dan kesiapan jemaah. Dari Aceh, dengan semangat yang sudah dibekali ilmu," ujarnya.
Kehadiran replika pesawat itu diharapkan bisa menjawab kegelisahan yang sering muncul. Soalnya, bagi banyak calon haji, terutama yang pertama kali, perjalanan udara panjang adalah salah satu bagian yang menimbulkan kecemasan. Nah, dengan merasakan suasana pesawat lebih dulu meski cuma replika diharapkan kecemasan itu bisa berkurang.
Acara peresmian berjalan cukup sederhana, tapi penuh makna. Terlihat sejumlah calon jemaah yang hadir langsung mencoba duduk di dalam kabin replika. Ekspresi mereka, campur aduk antara antusias dan penasaran.
Inisiatif seperti ini patut diapresiasi. Persiapan haji bukan cuma soal fisik dan finansial, tapi juga adaptasi dengan segala prosesnya. Dengan alat peraga yang nyaris mirip aslinya, setidaknya satu bagian dari puzzle kekhawatiran itu bisa teratasi.
Artikel Terkait
Uang Berceceran di Cibinong Kembali ke Pemilik Berkat Damkar
BTN Kuasai Penyaluran KPR FLPP Awal 2026, Capai 4.160 Unit
Persita Tangerang Kejar Papan Atas Saat Jamu PSBS Biak di BRI Liga 1
BGN Tutup Sementara Dapur Gizi di Polman Usai Puluhan Siswa SD Keracunan