Bupati Bone Gerak Cepat Atasi Kelangkaan Beras Jelang Lebaran

- Senin, 09 Maret 2026 | 18:00 WIB
Bupati Bone Gerak Cepat Atasi Kelangkaan Beras Jelang Lebaran
Respons Bupati Atasi Kebutuhan Pangan

Bupati Bone Ambil Langkah Cepat Tangani Pasokan Beras

Laporan dari lapangan langsung memicu aksi. Saat kunjungan kerjanya di Desa Pallime, Senin lalu, Bupati Bone mendapat kabar soal menipisnya persediaan beras warga. Ia pun tak menunggu lama.

Lima desa di Kecamatan Cenrana jadi perhatian utama. Sebut saja Pallime, Ajallasse, atau Latonro. Wilayah-wilayah ini sebagian besar adalah daerah rawa, yang kerap menghadapi tantangan tersendiri dalam hal logistik. Menjelang Idul Fitri, kekhawatiran akan kelangkaan pangan pokok kian nyata.

Dari lokasi itu, sang Bupati langsung menelepon kantor Bulog setempat. Tujuannya jelas: memastikan stok tersedia dan mendorong distribusi dipercepat. Semua ini dilakukan agar masyarakat tak kesulitan mendapatkan beras, terutama di hari-hari mendekati lebaran.

“Yang terpenting adalah masyarakat tidak sampai kekurangan pangan. Kita harus bergerak cepat,”

Begitu penegasannya. Ia juga meminta dinas terkait untuk segera berkoordinasi. Tidak hanya dengan Bulog, tapi juga dengan pemerintah kecamatan hingga tingkat desa. Tujuannya satu: memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan tanpa kendala.

Di sisi lain, respons dari Bulog pun datang positif. Mereka menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung upaya pemerintah daerah. Jika diperlukan, penyaluran beras cadangan pemerintah siap dilakukan.

“Besok saya kawal langsung penyalurannya puang,”

Janji pimpinan Bulog itu disampaikan via WhatsApp, menanggapi panggilan langsung sang Bupati. Sebuah kolaborasi yang diharapkan bisa segera meredakan kekhawatiran.

Pemerintah daerah sendiri berjanji akan terus memantau situasi. Pasokan pangan, terutama di daerah-daerah yang secara geografis menantang, akan menjadi prioritas pengawasan mereka. Langkah cepat hari ini diharapkan bukan sekadar solusi sesaat, tapi awal dari sistem penanganan yang lebih solid.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar