Upaya penertiban terminal bayangan yang marak di Makassar ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Petugas Dinas Perhubungan setempat bahkan sempat mendapat intimidasi saat turun ke lapangan. Ada dugaan kuat bahwa aktivitas ilegal ini punya "pelindung" dari oknum tertentu.
Buat yang belum tahu, terminal bayangan itu apa sih? Singkatnya, itu titik-titik tak resmi di pinggir jalan atau lokasi sembarangan, yang dipakai bus atau angkutan umum untuk ngetem dan menaik-turunkan penumpang. Mereka beroperasi di luar terminal resmi yang sudah ditetapkan pemerintah.
Irwan Sampeang, Kepala Bidang Terminal, Perparkiran, Audit, dan Inspeksi Dishub Kota Makassar, mengakui hal itu. Menurutnya, kerja petugas di lapangan kerap terbentur dengan penolakan dan ancaman dari pihak-pihak yang merasa terusik.
"Diduga ada oknum-oknum yang mem-back up aktivitas ini. Makanya kami melibatkan TNI dan kepolisian agar bisa berkolaborasi mengantisipasi dan menjawab keluhan masyarakat,"
ujar Irwan, Minggu lalu.
Meski ada tantangan, Dishub Makassar bersikukuh untuk terus mengawasi lokasi-lokasi rawan. Mereka bertekad agar kendaraan tak lagi mangkal di tempat-tempat liar itu.
"Tim kami akan terus berjaga dan memantau di lokasi. Ini bagian dari upaya menata transportasi dan mengurai kemacetan agar kota tidak terlihat semrawut," bebernya lagi.
Harapannya jelas: menciptakan sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan nyaman buat warga.
Artikel Terkait
Pemerintah Akan Evaluasi APBN dalam Sebulan Imbas Lonjakan Harga Minyak
Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Penunjukan Dipicu Kriteria Dibenci Musuh
Rudal Patriot AS Nyasar, Hantam Permukiman dan Lukai Warga di Manama
KPPU Sidak Pasar Terong Makassar, Pantau Harga Jelang Lebaran 2026