Bagi MUI, prinsip menghormati kedaulatan negara lain itu fundamental. Itu pondasi utama untuk stabilitas dan kedamaian global. Mereka menghargai komitmen negara-negara yang menjunjung tinggi prinsip ini.
Namun begitu, ada batasan yang tak boleh dilanggar. Menurut pandangan MUI, konflik antarnegara harus tetap berada dalam koridor kemanusiaan dan moral. Ajaran Islam pun melarang keras tindakan yang melampaui batas, atau al-i‘tidā’.
Di sisi lain, solidaritas antarnegara Muslim dinilai perlu diperkuat. Caranya? Dengan komunikasi yang baik dan kerja sama erat. Mereka juga mengingatkan agar semua pihak waspada terhadap provokasi dan upaya adu domba yang justru bisa memperkeruh suasana.
MUI punya pesan khusus untuk PBB. Lembaga dunia itu didesak untuk bersikap lebih tegas. Tegakkan keadilan internasional, dan ambil langkah proporsional terhadap pelanggaran kedaulatan serta kesepakatan internasional.
Harapan terakhirnya sederhana namun berat: semua pihak perlu menahan diri. Dialog dan diplomasi harus jadi jalan utama menyelesaikan masalah. Hanya dengan begitu stabilitas global dan kemaslahatan umat manusia bisa benar-benar terjaga.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional