Komisioner Kompolnas Choirul Anam bersama timnya mendatangi lokasi di Jalan Toddopuli Raya, Panakkukang. Mereka memeriksa TKP, mencocokkan posisi, dan mengumpulkan keterangan dari warga sekitar.
"Kami datang memang untuk mengecek langsung apa yang terjadi dalam peristiwa di Panakkukang," jelas Choirul Anam di Kantor Polda Sulsel, Kamis lalu.
"Pertama kami lakukan, ketemu sama keluarga, mengecek TKP, posisi CCTV dan sebagainya, kami cocokkan dengan CCTV yang ada."
Tak berhenti di situ, tim juga menemui sang tersangka, Iptu N, dan dokter yang melakukan autopsi pada jenazah Bertrand. Peristiwa nahas ini bermula dari upaya polisi membubarkan aksi perang-perangan dengan senjata mainan pada Minggu pagi.
Di sisi lain, Kompolnas terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian setempat, mulai dari Kapolrestabes hingga Propam Polda Sulsel. Mereka memantau perkembangan penanganan kasus dari kedua sisi: pidana dan kode etik.
"Pertama, kami mengapresiasi langkah cepat dilakukan Polda maupun Polrestabes untuk melakukan penindakan. Dan sudah diumumkan bahwa statusnya sudah dinaikkan menjadi tersangka," papar Anam.
"Kedua, tidak kalah pentingnya, kami mau sampaikan, apa sebenarnya peristiwa yang terjadi di Panakkukang itu."
Penyelidikan masih terus bergulir. Semua pihak menunggu titik terang dari kasus yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban ini.
Artikel Terkait
Remaja Tewas Tertembak Aparat Saat Pembubaran Perang-perangan di Makassar
Hakim Bebaskan Delpedro Cs, Unggahan Media Sosial Dinilai Ekspresi Kekecewaan
Kementerian Pertanian dan Kemendikti Siapkan Insentif Royalti untuk Dosen Penemu Varietas Tanaman
BMKG Prediksi Hujan Guyur Sulawesi Selatan Sepanjang Hari Sabtu