Komisi III DPR sendiri memberi waktu satu bulan bagi Polri untuk berbenah. Perbaikan budaya dan kinerja di tubuh institusi itu harus nyata dan bisa dirasakan.
"Saya kira dari kami di Komisi III mengingatkan institusi Polri sangat keras hari ini karena ini sudah terjadi sedemikian rupa, beruntun," ujarnya.
Deretan Kasus yang Menyedot Perhatian
Desakan itu tentu bukan tanpa alasan. Publik dibuat gusar oleh sederet kasus yang muncul hampir berbarengan. Ada dugaan keterlibatan Kapolres Bima, NTB, dalam kasus narkoba. Lalu, Kasat Narkoba Polres Toraja di Sulsel juga terseret. Belum lagi tragedi penganiayaan anak hingga tewas di Tual, Maluku, yang diduga melibatkan anggota Brimob.
Rentetan peristiwa ini, mau tidak mau, semakin menguatkan tuntutan agar reformasi internal di tubuh Polri dilakukan dengan sungguh-sungguh. Bukan sekadar wacana, tapi aksi yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes
Analis MNC Sekuritas: IHSG Masih Rentan Koreksi Meski Ditutup Menguat
Pelatih PSM Akui Laga Kontra PSIM di Yogyakarta Akan Berat dan Sulit